Bupati Penajam Apresiasi Pembangunan Rel Kereta Api

Bagus Purwa

Penajam, helloborneo.com – Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Yusran Aspar menyambut baik dan memberi apresiasi rencana pembangunan jaringan rel kereta api sepanjang 203 kilometer dengan nilai investasi tiga miliar dolar AS atau setara Rp39 triliun.

“Kami menyambut baik rencana PT Kereta Api Borneo, perwakilan perusahaan kereta api Rusia (Russian Rallways) dan PT Agra Bareksa, anak perusahaan Djarum Group yang akan membangun jaringan rel kereta api yang juga melintasi Kabupaten Penajam Paser Utara,” ungkap Yusran Aspar.

Perusahaan Kereta Api Rusia, kata Yusran Aspar, akan membangun jaringan rel kereta api di Kalimantan Timur dengan melintasi wilayah Penajam Paser Utara, sedangkan PT Agra Bareksa akan membangun pabrik “pulp” atau bahan pembuat kertas di Kawasan Industri Buluminung (KIB) serta rel kereta api sebagai angkutan penyuplai bahan baku dari hutan tanaman industri (HTI) menuju pabrik.

“Kami berharap, ada singkronisasi antara keua perusahaan itu, sehingga fasilitas besar ini dapat cepat terwujud menuju Kawasan Industri Buluminung (KIB). Disana (KIB) pemerintah kabupaten punya pelabuhan yang salah satunya berfungsi sebagai pelabuhan batu bara,” kata Yusran Aspar.

Presiden Direktur PT Kereta Api Borneo Andrey Shigaev, menjelaskan, pembangunan jalur kereta api sepanjang 203 kilometer dengan nilai investasi tiga miliar dolar AS itu akan melintasi sejumlah kabupaten/kota di Kaltim mulai dari Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Paser, Kabupaten Penajam Paser Utara hingga Kota Balikpapan.

Jaringan rel kereta api itu kata Andrey Shigaev dibangun untuk keperluan pengangkutan batu bara dan angkutan umum.

“Pembangunan jalur kereta api akan dilakukan yang melintasi Kabupaten Paser, Penajam Paser Utara dan Kota Balikpapan, yang akan digunakan untuk pengangkutan batubara, untuk kebutuhan ekspor dan dalam negeri,” ujar Andrey Shigaev.

Selain rel kereta api lanjut Andrey Shigaev, juga akan dibangun terminal laut untuk pengangkutan batu bara dengan kapal dan pembangkit listrik tenaga batu bara.

“Di sepanjang jalan akan ada kabel optik untuk internet berkecepatan tinggi dan kabel tegangan tinggi yang menjamin kestabilan pasokan listrik,” katanya.

Realisasi proyek jalur kereta api tersebut kata dia, dapat menyerap 2.500 pekerja lokal, 10.000 pekerja tambahan juga dibutuhkan untuk proyek lain yang berhubungan.

“Warga lokal akan menjadi prioritas dalam perekrutan pekerja,” ujarnya.

Wakil Komisaris PT Agra Bareksa, Robby Antoro menyatakan, telah menyiapkan dana sekitar Rp2 triliun untuk membangun pabrik “Pulp” di KIB.

Selain itu tambah dia, juga akan dibangun rel kereta api sebagai angkutan penyuplai bahan baku dari HTI menuju pabrik.

“Kami akan membangun rel kereta api ratusan kilometer sebagai fasilitas angkutan bahan baku kertas berupa kayu dari HTI menuju perusahaan di KIB,” ungkap Robby Antoro.

Perusahaan nantinya tambah Robby Antoro, akan merekrut karyawan hingga 20 ribu orang dan lebih memprioritaskan tenaga lokal sehingga keberadaan perusahaan tersebut mampu membuka lapangan kerja baru terutama bagi warga lokal yang sedang mencari pekerjaan.(log)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.