RSUD Penajam Tidak Dapat Tambahan Daya Listrik

Bagus Purwa

Direktur RSUD PPU, J Grace Makisurat Menunjukan Alat Operasi yang Mangkrak (Bagus Purwa – Hello Borneo)

Direktur RSUD PPU, J Grace Makisurat Menunjukan Alat Operasi yang Mangkrak (Bagus Purwa – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Penajam Paser Utara, dipastikan tidak akan mendapatkan penambahan daya listrik dari PT PLN Wilayah Kalimantan Timur (Kaltim. Dimana kebutuhan daya listrik di RSUD berkisar 1.600 kilovolt amps (KVA), dan yang ada saat ini hanya 800 KVA sehingga butuh tambahan 800 KVA.

Direktur RSUD Penajam Paser Utara Jense Grace Makisurat, Jumat mengungkapkan, PT PLN Wilayah Kaltim menolak pengajuan penambahan listrik sebesar 800 KVA untuk RSUD Penajam Paser Utara, karena daya listrik yang diproduksi PT PLN masih kurang.

“Saya sudah menerima surat balasan dari PLN Wilayah Kaltim mengenai penolakan pengajuan penambahan daya listrik untuk RSUD. Alsaan sementara belum ada penambahan daya, karena daya yang dimilki PLN juga masih kurang,” ungkapnya.

Dengan penolakan penambahan daya listrik dari PT PLN Wilayah Kaltim tersebut, kata Grace Makisurat, RSUD harus segera membeli dua unit genset yang telah dianggarkan dalam APBD 2015. Sehingga untuk sementara bisa digunakan, agar ruangan operasi dan ruangan ‘intensive care unit’ (ICU) bisa dioperasikan sambil menunggu persetujuan PLN.

“Karena kekurangan daya listrik itu peralatan medis yang tersedia di ruang operasi dan ICU yang rampung 2013 lalu, sampai saat ini belum bisa difungsikan,” ungkapnya.

Gracce Makisurat mengatakan, dengan penambahan 2 unit genset, akan menambah pengeluaran RSUD, terutama kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dari sebelumnya untuk mengoperasikan genset tersebut.

“Sebelumnya anggaran BBM untuk genset Rp379 juta per tahun, kalau tambah 2 genset lagi anggaran diperkirakan bertambah sekisar Rp121 juta sehingga bisa mencapai Rp500 juta per tahun untuk BBM genset,” katanya.

Selain akan segera melakukan pembelian dua unit genset, tambah Grace Makisurat, RSUD akan menyambungkan instalasi listrik ke bangunan baru, lokasi ruang operasi dan ICU. Setelah instalasi tersembung, maka penggunaan listrik khusus gedung administrasi juga akan dikurangi.

“Pengurangan penggunaan AC di seluruh ruangan serta penggunaan lampu penerangan disiang hari. Kalau itu dilakukan saya yakin bangunan baru bisa difungsikan,” ujarnya.(log)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.