DPRD Penajam Datangi PLN Balikpapan

Bagus Purwa

 Mesin Listrik PLN Rayon Petung (L Gustian – Hello Borneo)

Mesin Listrik PLN Rayon Petung (L Gustian – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Penajam Paser Utara, mendatagi Kantor PT PLN Cabang Balikappan untuk mempertanyakan ketegasan PLN dalam menangani permasalahan listrik yang terjadi di daerah itu.

Ketua DPRD Penajam Paser Utara Nanang Ali, Selasa mengatakan, jajaran DPRD Penajam Paser Utara dijadwalkan mendatangi Kantor PT PLN Cabang Balikpapan untuk mempertegas komitmen PLN dalam menyelesaikan pemadaman listrik bergilir yang sering dilakukan PT PLN Unit Petung.

Kedatangan jajaran DPRD Penajam Paser Utara, lanjutnya, akan mempertanyakan terkait informasi adanya kontrak baru dengan salah satu perusahaan penyuplai listrik di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Girimukti, yang hingga sekarang belum terealisasi,

“Unsur pimpinan beserta Komisi III DPRD mendatangi PLN Cabang Balikpapan, karena dari keterangan saat melakukan sdak ke PLN Unit Petung kemarin, kontrak dengan penyuplai listrik baru dan pemasangan mesin menjadi kewenangan PLN Balikpapan,” jelas Politisi Golkar ini.

Selain itu, jajaran DPRD Penajam Paser Utara, kata Nanang Ali, juga  mendatangi Kantor PLN Wilayah Kalimantan Timur (Kaltim), jika PLN Cabang Balikpapan memberikan masih memberikan jawaban yang tidak memuaskan.

Selain itu DPRD Penajam Paser Utara, tambahnya, juga mencari solusi agar sembilan mesin tersebut bisa segera terpasang sehingga permasalahan pemadaman listrik dapat terselesaikan. Yakni dengan membantu agar tempat mesin pembangkit milik pemerintah dapat digunakan.

“Saya lihat ada bangunan di PLTD Girimukti milik perusahaan daerah (Perusda) yang sudah tidak digunakan, kami akan meminta tempat itu menjadi tempat mesin pembangkit perushaan penyuplai listrik yang baru dikontrak PLN itu,” kata Politisi Golkar ini.

Semantara itu, saat DPRD sidak ke Kantor PLN Unit Petung, Senin (13/4) kemarin. Supervisi PLTD Girimukti, Penajam Paser Utara, Komari mengatakan, seringnya terjadi pemadaman listrik di daerah itu karena adanya defisit listrik

Defisit listrik terjadi, kata dia, selain karena ada mesin pembangkit yang rusak juga ada perusahaan penyuplai listrik yang diputus masa kontraknya karena tidak memenuhi target. Sehingga produksi listrik menurun menjadi 12,4 megawatt dari produksi listrik sebalumnya 13 kilowatt.

Komari menyatakan, untuk mengatasi defisit listrik di Penajam Paser Utara, PT PLN saait ini sudah melakukan kontrak dengan perusahaan pemasok listrik yang baru. Namun, belum bisa dipastikan waktu pelaksanaannya karena kewenangan kontrak berada di PT PLN Cabang Valikpapan atau PT PLN Wilayah Kaltim.

“Jadi yang terjadi saat ini, beban puncak mencapai 13 megawatt sementara produksi listrik turun menjadi 12,4 megawatt sehingga terjadi defisit,” katanya.(log/adv)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.