Kisah “Mistis” di Tempat Pembuangan Akhir Buluminung

Kambolo’

 

Penajam, helloborneo.com – Tempat pembuangan akhir (TPA) Buluminung, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, seluas 18,9 hektare yang berada di tengah hutan dan jauh dari pemukiman warga itu konon katanya sering terjadi kejadian-kejadian aneh.

Sejak TPA Buluminung beroperasi tahun 2012 silam, sudah empat orang pegawai mengundurkan diri kibat dari kejadian-kejadian aneh yang sering terjadi di TPA itu. Sehingga pegawai yang bersangkutan sering jatuh sakit, diduga diganggu makhluk tak kasat mata atau makhluk halus.

Kabid Kebersihan, Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kabupaten Penajam Paser Utara, Edi Hasmoro membenarkan, terdapat empat orang pegawai sebagai operator alat berat di TPA Buluminung mengundurkan diri, karena tidak tahan dengan gangguan makhluk halus.

“Terhitung sejak 2012 sampai sekarang ada empat operator alat berat di TPA itu mengundurkan diri. Alasan mereka berhenti karena sering sakit , mungkin karena gangguan makhluk halus,” jelasnya.

Staf DKPP Kabupaten penajam Paser Utara yang bertugas di TPA Buluminung, Talib mengaku, kejadian aneh sering terjadi pada siang hari dan pada saat maghrib. Dimana ada kejadian ketika Rahman bekerja menimbun sampah sampai maghrib, alat berat yang digunakan Rahman dilempari.

“Setiap adzan dzuhur dan magrhib, ada yang menegur operator kalau belum berhenti bekerja. Kemudian alat berat Rahman dilempari, dikiranya rekan kerjanya yang melempari. Tapi ketika menoleh tidak ada ornag,” katanya.

Talib menyatakan, keterangan dari orang pintar, di TPA Buluminung itu ada semacam perkampungan makhluk halus. Dan sudah ada beberapa paranormal  yang didatangkan untuk menetralisir, namun kejadian-kejadian aneh masih tetap ada,

Menurut Deni, salah satu operator alat berat yang bertugas menimbun sampah, penampakan makhluk tak kasat mata itu menjadi kisah menyeramkan di lingkungan TP Buluminung. Dimana dirinya beberapa kali melihat dan merasakan hal-hal aneh.

Pada hari pertama masuk kerja, Deni menyelesaikan penimbunan sampah hingga matahari terbenam. Namun menurutnya waktu masuk adzan maghrib, tiba-tiba merasakan hal yang aneh, lehernya merasa berat dan tegang.

“Waktu itu saya berniat akan selesaikan pekerjaan pada waktu itu, tapi kepala saya rasanya mau pecah. Saya matikan mesin alat berat dan langsung pulang,” kata Deni.

Karena Rasa sakit di kepalanya tak kunjung hilang, Deni memeriksakan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Penajam Paser Utara. Namun kata Deni, dokter yang memeriksa tidak menemukan gejala penyakit.

“Dua pekan saya tidak masuk kerja dan sampai dua kai saya periksa ke rumah sakit. Tapi dokternya bilang tidak apa-apa, hanya banyak pikiran saja,” ujarnya.

Deni mengatakan, bukan hanya dirinya yang merasakan atau menemui kejadian-kejadian aneh tersebut. seorang pengawas TPA Buluminung, Puji juga pernah merasakan hal yang sama. Dimana sepeda motor Puji sempat mengalami kerusakan di area TPA Buluminung.

Namun pada saat dibawa ke bengkel, tambahnya, montir dibengkel  itu enggan memperbaiki sepeda motor Puji. Karena  istri montir bengkel yang bersangkutan melihat sosok hitam sedang duduk di sepeda motor tersebut.

“Sepeda motor itu tidak jadi diperbaiki Pak Puji mengembalikan motor itu ke TPA, sampai sekarang belum diperbaiki,” ujar Deni. (bp/*log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.