Legislator : Irigasi di Penajam Harus Segera Dibangun

AH Ari B

 

Anggota Komisi VII DPR RI Dapil  Kaltim - Kaltara, Ahmad Amins (Kambolo' - Hello Borneo)

Anggota Komisi VII DPR RI Dapil Kaltim – Kaltara, Ahmad Amins (Kambolo’ – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Legislator dari DPR RI, Ahmad Amins menyatakan, sistem pengairan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, harus segera dibangun agar para petani tidak lagi kesulitan mendapatkan air untuk pengairan lahan persawahan.

“Potensi pertanian di Kabupaten Penajam Paser Utara cukup besar, tapi masih belum optimal karena terkendala , terutama permasalahan irigasi,” ungkap Anggota DPR RI Dapil Kalimantan Timur (Kaltim) – Kalimantan Utara (Kaltara) tersebut, saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Penajam Paser Utara, Senin.

Potensi pertanian di wilayah Penajam Paser Utara, lanjut Ahmad Amin, khusunya di Kecamatan Babulu, belum dapat digarap dengan optimal karena masih terkendala beberapa permasalahan, terutama masalah irigasi atau perairan yang selama ini masih menggandalkan air hujan (sawah tadah hujan).

“Luasan lahan persawahan di Babulu mencapai sekitar 10 hektare, tapi perairan masih menggunakan sistem tadah hujan sehingga para petani tidak optimal dalam menggarap sawah,” ujar mantan Walikota Samarinda tersebut.

Rencana penyodetan sungai Long Kali, Kabupaten Paser, untuk mengalirkan air sungai ke bendungan Talake, kata Ahmad Amins, harus segera dilakukan sehingga petani di daerah itu tidak lagi kesulitan air untuk mengairi sawah.

Ia mengatakan, keberadaan sodetan sungai Long Kali yang melalui bendungan Talake tidak hanya membantu pengairan sawah di Kabupaten Penajam Paser Utara saja, namun juga di Kabupaten Paser. Sehingga tugas Kaltim terkait target swasembada pangan nasional 2017 dapat terwujud.

“Untuk percepatan pembangunan itu, saya akan melakukan pembicaraan lintas komisi di DPR RI, termasuk masalah pendanaannya,” kata politisi dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem) tersebut.

Selain itu Ahmad Amins juga menilai, Perusahaan Daerah (Perusda) Benuo Taka Penajam Paser Utara telah membuktikan, bahwa Kaltim mampu mengelola minyak dan gas. Karena Perusda Benuo Taka mampu mengelola dan memproduksi gas dari enam sumur yang ada di daerah itu.

“Perusda sudah membuktikan kemampuan daerah dalam mengelola gas dengan produksi 0,8 “milion standard cubic feet per day” atau mscfpd,” jelas anggota Komisi VII DPR RI yang membidangi Energi Sumber Daya Mineral, Riset Dan Penelitian serta Lingkungan Hidup tersebut. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.