Kesbangpol Kaltim Mantapkan Peran FPK

Subur – Humas Setkab Penajam Paser Utara

 

Wakil Bupati Penajam Paser Utara, Mustaqim MZ saat memberikan sambutan pada pembukaan rapat koordinasi pemantapan peran FPK se-Kaltim (Subur - Humas Setkab Penajam Paser Utara)

Wakil Bupati Penajam Paser Utara, Mustaqim MZ saat memberikan sambutan pada pembukaan rapat koordinasi pemantapan peran FPK se-Kaltim (Subur – Humas Setkab Penajam Paser Utara)

Penajam, helloborneo.com – Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik atau Kesbangpol Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar rapat koordinasi pemantapan peran forum pembauran kebangsaan (FPK) se-Kaltim yang diselenggarakan di Kabupaten Penajam Paser Utara..

“Rapat koordinasi (rakor) pemantapan peran FPK ini sebagai upaya menciptakan iklim kemasyarakatan yang kondusif untuk mendukung pembangunan sosial ekonomi di Kaltim,” kata oleh Staf Ahli Gubernur Kaltim, Bidang ekonomi dan keuangan, Budi Pramono, saat membuka rapat koordinasi tersebut, di Penajam, Selasa.

Melalui rakor ini diharapkan, seluruh peserta perwakilan Kaltim dapat menambah pengetahuan dan pemahaman tentang persatuan dan kesatuan berbangsa dan bernegara. Menumbuhkan rasa kebersamaan antar sesama, suku, ras dan agama, Sehingga kerukunan masyarakat dapat terjalin dengan baik.” Jelas Budi Pramono.

Menurutnya, rakor yang dilaksanakan tersebut sangat penting untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, khususnya di Kaltim. Indonesia, negara multi etnis tebesar di dunia. Kemungkinan perselisihan atau konflik sangat besar terjadi.

“Kemungkinan konflik sangat besar terjadi di negera yang multi etnis, untuk itu sangat dibutuhkan rasa persatuan dan kesatuan oleh seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Budi Pramono.

Wakil Bupati Penajam Paser Utara, Mustaqim MZ, menyatakan, negara Indonesia terdiri berbagai ragam suku, ras dan agama, yang menjadikan Indonesia rawan konflik dalam masyarakat. Namun, bangsa Indonesia memilik empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 45, NKRI & Bhineka Tunggal Ika sehingga perselisihan yang sering terjadi di negara lain tidak terjadi di Indonesia.

“Empat pilar itu harus dijaga oleh seluruh masyarakat Indonesia. Salah satu pilar bangsa, yaitu Pancasila telah mengakomodir seluruh etnis, suku, agama yang ada di indonesia. Sehingga segala bentuk konflik dan perselisihan dapat dihindari,” jelasnya.

Banyak negara asing, tambah Mustaqim, sangat terkesan dengan kerukunan yang terjalin baik di Indonesia. Ini merupakan kebanggaan bagi seluruh masyarakat Indonesia, untuk kerukunan dan ketentraman harus selalu dijalin antar sesama masyarakat.

“Kerukunan dan ketentraman antar sesama masyarakat yang selalu terjalin baik, dapat mewujudkan pembangunan di daerah masing-masing,” katanya. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.