Penduduk Kurang Mampu di Penajam Menurun

Subur – Humas Setkab Penajam Paser Utara

Wakil Bupati Penajam Paser Utara, Mustaqim MZ membuka  Rakor Penanggulangan Kemiskinan dan Sosialisasi PBDT yang dilaksanakan Bappeda (Subur - Humas Setkab Penajam Paser Utara)

Wakil Bupati Penajam Paser Utara, Mustaqim MZ membuka Rakor Penanggulangan Kemiskinan dan Sosialisasi PBDT yang dilaksanakan Bappeda (Subur – Humas Setkab Penajam Paser Utara)

Penajam, helloborneo.com – Wakil Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Mustaqim MZ menyatakan, jumlah penduduk miskin di daerah itu mengalami penurunan hampir disetiap tahunnya.

“Data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Penajam Paser Utara tahun 2008 sebesar 16.133 jiwa dan pada tahun 2014 lalu menurun menjadi 10.628 Jiwa,” jelas Wabup Mustaqim pada Rapat Koordinasi (rakor) Penanggulangan Kemiskinan dan Sosialisasi Pemutakhiran Basis Data Terpadu (PBDT) yang dilaksanakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Penajam Paser Utara, Senin.

Secara umum perkembangan tingkat kemiskinan di Penajam Paser Utara, lanjutnya, memiliki kesamaan pola perkembangan dengan tingkat kemiskinan di pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

Kabupaten Penajam Paser Utara, kata Mustaqim terdapat 13.169 rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan 40 persen terendah secara nasional yang tersebar di 54 desa dan kelurahan. Oleh karena itu, kegiatan PBDT tersebut, upaya strategis melakukan penanggulangan kemiskinan.

“Kegiatan sosialisasi ini bertujuan agar nantinya aparat pemerintah khususnya Camat ataupun Lurah dapat memberikan informasi terkait PBDT dan menyebarluaskan dalam konsultasi publik,” ujarnya.

Menurut Mustaqim, PBDT akan sangat berpengaruh dalam kegiatan penyaluran program perlindungan sosial yang harus tepat waktu dan sasaran. Dengan menggunakan PBDT jumlah dan sasaran penerima program perlindungan sosial dapat dianalisa sejak awal, sehingga kesalahan dalam penetapan sasaran program sosial dapat dihindari.

“Validasi data harus diawasi dengan baik, jangan sampai ada intervensi dari berbagai pihak terhadap petugas pengambil data. Sehingga tidak menimbulkan kesalahan dalam penyaluran bantuan dan menimbulkan kecemburuan sosial yang bisa terjadi konflik dimasyarakatm,” jelasnya.

“Saya berharap para peserta rakor dan sosialisasi dapat berpartisipasi aktif dan membantu dalam pendataan, sehingga data yang diperoleh akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Sehingga bantuan tepat sasaran,” kata Mustaqim.

Kepala Bidang Sosial dan Budaya, Bappeda Kabupaten Penajam Paser Utara, Fahri Rozani Goffar mengungkapkan, kegiatan tersebut diikuti sebanyak 139 peserta dari Satuan Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara.,

Kepala Tim penanggulangan Kemiskinan Kalimantan Timur (Kaltim), Haryono Susanto dan Kepala BPS Penajam Paser Utara, Syahruni menjadi narasumber dalam kegiatan Rakor Penanggulangan Kemiskinan dan Sosialisasi PBDT tersebut. (bp/*esa).




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.