Wabup Terima Kunjungan Uskup Agung

Subur – Humas Setkab Penajam Paser Utara

 

Penajam, helloborneo.com – Wakil Bupati Penajam Paser Utara , Kalimantan Timur, Mustaqim MZ menerima kunjungan Keuskupan Agung Gereja Katolik Mqr. Yustinus Harjo Susanto dari Samarinda dan rombongan di ruang kerjanya, Senin.

Kegiatan tersebut merupakan silaturahmi dari pimpinan umat katolik terbesar d iwilayah Kalimantan Timur (Kaltim) yang membawahi umat katolik di Kalimantan Selatan (Kalsel), Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Utara (Kaltara).

Uskup Agung itu juga merupakan pimpinan katolik terbesar di provinsi dipilih yang langsung dari Keuskupan Agung di Roma.

Kerukunan umat beragama, kata Mustaqim, harus selalu terjalin  harmonis. Diharapkan antar sesama umat beragama harus saling menghargai, saling menghomati satu dan lainnya, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam beribadah menurut kepercayaan masing-masing.

“Terkadang kerukunan antar umat beragama dapat terjalin dengan baik, sebaliknya antar sesama agama kerap terjadi perselisihan, seperti adanya ISIS dan sebagainya,” jelasnya.

Mustaqim menyatakan, dengan senang hati menerima rombongan tersebut. dan berharap dengan pertemuan itu, hubungan antar umat beragama di Penajam Paser Utara semakin baik, salah satunya dengan umat katolik.

“Salah satu pembangunan non fisik adalah dengan menjalin kerukunan antar umat beragama. Kami berharap, umat Katolik di Penajam Paser Utara dapat aktif dan berkontribusi bagi daerah,” ujarnya.

Uskup Yustianus Harjo Susanto mengungkapkan, bahwa kehidupan beragama di Penajam Paser Utara sangat baik. Hal itu dapat terlihat dalam pergaulan antar umat beragama yang ada dalam lingkungan masyarakat.

“Kami bangga dengan kehidupan antar beragama yang ada di Penajam Paser Utara. Bermacam-macam agama, ras dan suku ada di Penajam Paser Utara, namun kehidupan beragama dapat terjalin dengan baik,” katanya. (bp/*log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.