Satpol PP Penajam Temukan 7 Warga KTP Ganda

AH Ari B

 

Anggota Satpol PP Kabupaten Penajam Paser Utara memeriksa KTP seorang warga saat razia yustisi di terminal Penajam (Dika - Hello Borneo)

Anggota Satpol PP Kabupaten Penajam Paser Utara memeriksa KTP seorang warga saat razia yustisi di terminal Penajam (Dika – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menemukan tujuh warga memiliki kartu tanda penduduk (KTP) ganda pada razia yustisi yang digelar ditiga kecamatan sebagai implentasi Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2007 tentang Administrasi Kependudukan.

“Razia KTP yang kami gelar di Kecamatan Penajam, Waru dan Kecamatan Babulu dilakukan pada seluruh pengendara, baik kendaraan roda dua maupun roda empat, dan kami menjaring tujuh warga memiliki KTP ganda dan 15 orang KTP sudah habis masa berlakunya serta 207 warga yang tidak membawa dan tidak memilki KTP” jelas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Penajam Paser Utara, Budi Santoso, di Penajam, Kamis.

Razia yustisi itu dilakukan petugas Satpol PP Kabupaten Penajam Paser Utara, lanjut Budi Santoso, untuk mendata warga yang belum memiliki KTP. Dan Petugas menyarankan warga yang tidak memiliki kartu identitas untuk segera membuat KTP di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) setempat.

“Kami belum bisa melakukan sidang ditempat, karena pihak Pengadilan Tana Grogot belum bisa menyertakan hakim dan panitera pada setiap razia yang digelar karena pengadilan kekurangan personel,” ujarnya.

“Tapi kami berikan surat peringatan kepada warga yang terjaring razia KTP, jika warga bersangkutan tiga kali terjaring razia KTP akan dikenakan denda sesuai peraturan yang berlaku,” tegas Budi Santoso.

Pada razia yustisi penegakan Perda Nomor 17 tahun 2007 tentang Administrasi Kependudukan, kata dia, Satpol PP bekerja sama dengan kepolisian dan Disdukcapil setempat, dengan menyisir lokasi keramaian dan wilayah yang rawan pendatang serta di jalan raya, untuk menertibkan warga yang tidak memiliki KTP.

“Kami bekerja sama dengan instansi terkait dalam razia itu, untuk sementara razia kami lakukan pagi sampai siang hari, ke depan razia akan kami lakukan pada malam hari menyisir tempat kos dan penginapan,” kata Budi Santoso.

Kegiatan razia yustisi, tambahnya, akan terus dilakukan Satpol PP agar warga tidak menganggap remeh masalah KTP karena itu merupakan identitas diri. Dan berharap pihak pemerintahan desa/kelurahan untuk mengidentifikasi warga yang belum memilki kartu identitas dan meminta warga yang bersangkutan untuk segera mengurusnya. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.