Ketua DPRD Penajam : Perhitungan Bagi Hasil Migas Kurang Tepat

AH Ari B

 

Ketua DPRD Kabupaten PPU, Nanang Ali SE  (Bagus Purwa – Hello Borneo)

Ketua DPRD Kabupaten PPU, Nanang Ali SE (Bagus Purwa – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Perhitungan dana perimbangan bagi hasil dari sektor minyak dan gas (migas) yang dilakukan pemerintah pusat, kata Ketua DPRD Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Nanang Ali, kurang tepat.

“Kami menilai perhitungan bagi hasil migas kurang tepat, kami minta ada penyesuaian perhitungan dana bagi hasil migas itu karena harga minyak yang turun sedangkan harga gas relatif stabil,” kata Nanang Ali, di Penajam, Selasa.

“Saya menanyakan perhitungan dana bagi hasil itu ke Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), karena penerimaan dari minyak hanya dipangkas Rp125 miliar, tapi penerimaan dari gas dikurangi mencapai Rp300 miliar padahal harga dan produksi gas cukup stabil, jelasnya.

Nanang Ali mengharapkan, ada penyesuaian perhitungan dana perimbangan dari sektor migas tersebut sesuai dengan harga dan produksi migas. Karena jika pemerintah pusat tetap menggunakan perhitungan dana perimbangan migas tersebut sejumlah program dalam APBD 2015 akan tertunda pengerjaannya.

“Perhitungan bagi hasil migas itu berimbas pada penundaan sejumlah progam pemerintah dalam APBD 2015, kami harapkan pemerintah pusat menghitung dana perimbangan sesuai dengan harga dan produksi migas dan segera menyalurkan dana perimbangan itu tahun ini (2015),” kata politisi Partai Golkar tersebut.

Penyesuaian dana perimbangan sektor migas tersebut, tambah Nanang Ali, sangat berpengaruh terhadap program yang telah ditetapkan dalam APBD 2015, karena dengan adanya penurunan pendapat sekisar Rp480 miliar tersebut sekitar 600 paket kegiatan atau proyek ditunda pengerjaannya.

“600 paket proyek pemerintah yang diusulkan ditunda pengerjaannya tahun ini (2015) karena ada penurunan pendapatan berkisar Rp480 miliar itu,” ujarnya. (adv/bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.