PT Indo Ritlatama Power Akan Bangun PLTU di Penajam

AH Ari B

 

 

Penajam, helloborneo.com – PT Indo Ritlatama Power salah satu anak perusahaan PT PLN Persero, kata Wakil Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Mustaqim MZ akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kawasan Industri Buluminung.

“Tidak lama lagi Kabupaten Penajam Paser Utara, akan menerima investasi bernilai triliunan rupiah dari salah satu anak perusahaan PT PLN Persero, yakni PT Indo Ritlatama Power” ungkap Wabup Mustaqim MZ, di Penajam, Jumat.

Ia menjelaskan, PT Indo Ritlatama Power, akan membangun pembangkit listrik PLTU di wilayah Buluminung, Kecamatan Penajam, nilai proyek pembangunan PLTU tersebut diperkirakan mencapai sekisar Rp1 triliun.

“Kabupaten Penajam Paser Utara, saat ini menjadi salah satu daerah di Kalimantan Timur (Kaltim) yang sarat dengan pertumbuhan pembangunan dan menjadi incaran investasi bernilai triliunan rupiah,” jelas Mustaqim.

“Awalnya PT Indo Ritlatama Power tersebut berencana membangun PLTU di Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, tapi gagal,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, kata Mustaqim, menyambut rencana PT Indo Ritlatama Power yang akan membangun PLTU di kawasan Buluminung tersebut, sebagai persiapan pembangunan Kawasan Industri Buluminung.

“Kawasan Industri Buluminung membutuhkan daya listrik cukup besar, kami mendukung pembangunan PLTU yang akan dilakukan PT Indo Ritlatama Power itu,” ujarnya.

Dukungan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, terhadap pembangunan PLTU tersebut, tambah Mustaqim, pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas 20 hekatre di wilayah Buluminung.

“Kami dukung dengan penyediaan lahan dan kemudahan proses perizinan. Untuk tahap awal dibutuhkan 20 hektare lahan dan tahap kedua 40 hekatre sekaligus untuk pembangunan pelabuhan bongkar muat batu bara,” jelasnya. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.