Yusran Aspar : Korupsi Perbuatan Tercela Yang Merugikan

Subur – Humas Setkab Penajam Paser Utara

 

Bupati Penajam Paser Utara, Yusran Aspar saat menghadiri seminar  tentang UU Tipikor dalam pengelolaan keuangan dan aset negara di satuan pendidikan (Subur - Humas Stkab Penajam Paser Utara)

Bupati Penajam Paser Utara, Yusran Aspar saat menghadiri seminar tentang UU Tipikor dalam pengelolaan keuangan dan aset negara di satuan pendidikan (Subur – Humas Stkab Penajam Paser Utara)

Penajam, helloborneo.com – Korupsi merupakan perbuatan tercela yang merugikan, kata Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Yusran Aspar, saat membuka seminar tentang Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dalam pengelolaan keuangan dan aset negara di satuan pendidikan, di Komplek Islamic Center Nipah-Nipah, Rabu.

“Korupsi adalah perbuatan tercela secara moral, etika dan agama. Korupsi adalah sebuah kejahatan yang menimbulkan kerugian luar biasa bagi generasi sekarang dan yang akan datang,” kata Bupati Yusran Aspar.

Menurutnya, seminar Undang-undang Tipikor dalam rangka pengelolaan keuangan dan aset negara di satuan pendidikan merupakan kegiatan yang sangat penting dilaksanakan, terutama dalam upaya strategis untuk memberantas korupsi di Indonesia, khususnya di Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Kegiatan ini untuk memberikan pemahaman tentang hak dan kewajiban dalam lingkup kerja yang sesuai dengan koridor hukum yang berlaku. Sehingga tidak lagi ditemukan tindakan korupsi atau semacamnya,” jelas Yusran Aspar.

“Korupsi bukan hanya merugikan diri sendiri, tapi akan merugikan negara, orang lain, keluarga hingga diri seseorang yang melakukan tindakan korupsi itu,” ujarnya.

Seluruh insan pendidikan, lanjut Yusran Aspar, harus aktif dalam kegiatan pencegahan korupsi. Pemerintah telah memberikan kebijakan anggaran pendidikan mencapai 20 persen, sehingga harus selalu waspada dalam pemanfaatannya.

“Tapi juga jangan terlalu takut dengan ketentuan yang ada, sehingga pembangunan tidak dilaksanakan. Laksanakanlah dengan tertib dan penuh kesadaran sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

Yusran Aspar menegaskan, memberantas korupsi bukan saja untuk menyelamatkan uang rakyat, namun juga untuk membangun sebuah kesadaran baru, bahwa korupsi adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanat penderitaan rakyat.

“Ada celah penyimpangan dalam melakukan pengelolaan keuangan dan aset di lingkungan pemerintah, termasuk belanja modal di sekolah. Adanya celah itu berdampak pengelolaan keuangan dan aset disalahgunakan untuk kepentingan pribadi,” jelasnya

“Melalui seminar ini, selain memberikan pengetahuan tentang UU Tipikor maupun jenis tindak pidana korupsi, juga diharapkan akan terjadi perubahan perilaku aparatur birokrasi, baik perilaku yang membiarkan korupsi terjadi tanpa melakukan tindakan, maupun menjadi bagian dari jaringan korupsi itu sendiri,” tambah Yusran Aspar.

Kegiatan seminar yang di gelar Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Diosdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara yang diikuti 260 Kepala sekolah tersebut, dihadiri Wakil Ketua DPRD, Sudirman, Kepala Kejaksan Negeri,Zullikar Tanjung, perwakilan Kodim 0913 dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.