SMK Negeri 4 Penajam Terancam Tidak Terima Siswa Baru

AH Ari B

 

 

Penajam, helloborneo.com – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, yang berdiri sejak 2010 lalu, terancam tidak dapat menerima siswa baru karena masih kekurangan ruang kelas untuk proses belajar mengajar.

“Hampir lima tahun sekolah kami, baru memiliki tiga ruang kelas dan empat ruang praktek siswa (RPS). Untuk menampung 320 siswa yang ada saat ini, ruangan yang ada sangat terbatas. Sehingga RPS kami sekat-sekat serta gudang difungsikan untuk ruang kelas belajar siswa dan ruang guru,” ungkap Kepala SMK Negeri 4 Waru, Satoni Solle, di Penajam, Kamis.

“Tiga ruang kelas dan empat RPS yang ada itu bantuan dari pemerintah pusat. Kebutuhan ruang kelas di SMK Negeri 4 idealnya 22 unit, apalagi tahun ini (2015) sekitar 128 calon siswa mendaftar di SMK Negeri 4 dan untuk menampung 128 siswa itu butuh enam ruang kelas,” katanya.

Menurut Satoni Solle, akan melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara, terkait bantuan anggaran untuk pembangunan ruang kelas baru (RKB) di SMK Negeri 4 Waru.

“Kami akan tanyakan ke Disdikpora terkait bantuan anggaran Rp5 miliar untuk pembangunan RKB dan “workshop” itu, apakah dilelang atau tidak pada tahun ini (2015). Kalau tidak dilelang, kami kesulitan untuk menerima siswa baru tahun ini karena ruang kelas yang ada tidak mencukupi,” jelasnya.

Pelaksana harian Kepala Disdikpora Kabupaten Penajam Paser Utara, Marjani menyatakan, terkait penambahan RKB SMK Negeri 4 Waru, pemerintah telah menyiapkan anggaran pada tahun inii (2015) dan Disdikpora sedang menyiapkan dokumen lelang.

“Kami siapkan Rp4 miliar untuk pembangunan RKB , saat ini sedang persiapan dokumen lelang kalau sudah siap dokumennya paling lambat pekan depan saya akan tanda tangani dokumen itu,” katanya.

Menurut Marjani, 2015 ini Disdikpora menargetkan membangun sekitar 20 RKB, namun untuk realisasi pengadaan RKB tersebut belum bisa dipastikan kerena permasalahan waktu pengerjaan yang tersisa tujuh bulan.

Selain itu Disdikpora Kabupaten Penajam Paser Utara. tambah Marjani mendapatkan bantuan keuangan dari APBN 2015 sekitar Rp4 miliar untuk pembangunan RKB dan RPS diberapa sekolah. Pengerjaan pembangunan RKB dan RPS tersebut dilakukan secara swakelola.

“Bantuan keuangan dari APBN 2015 itu tidak melalu lelang, jadi pengerjaannya dilakukan oleh pihak sekolah. Rp4 miliar itu untuk membangun RKB dan RPS di SMK Negeri 3, SMK Negeri 4 dan SMK Negeri 6 serta SMP negeri 20,” jelasnya. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.