Oknum Satpol PP Penajam Perkosa Gadis 21 Tahun

Dika

 

Salah satu pasangan mesum yang tertangkap sedang diperiksa di Kantor Satpol PP Kabupeten Penajam Paser Utara (Dika - Hello Borneo)

Salah satu pasangan mesum yang tertangkap sedang diperiksa di Kantor Satpol PP Kabupeten Penajam Paser Utara (Dika – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Oknum honorer anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, berinisial AAW (23) tersangkut kasus dugaan pemerkosaan dan pemerasan terhadap IG (21) gadis asal Kelurahan Waru, yang terjaring razia yang digelar di sejumlah hotel dan kafe di daerah itu.

“AAW diamankan Polres Penajam Paser Utara, setelah dilaporkan oleh korban (IG), karena telah melakukan pemerasan dan pemerkosaan di salah satu hotel di Balikpapan, Rabu (17/6),” ungkap Kapolres Penajam Paser Utara, Ajun Komisaris Besar Joudy Mailoor, di Penajam, Jumat.

Kasus tersebut, berawal saat razia Satpol PP yang digelar Senin (15/6) malam. Pada saat itu, petugas Satpol PP mengamankan IG dengan pasangannya yang sedang berduaan dalam kamar tanpa ikatan perkawinan.

“Korban diamankan di hotel karena berduaan dengan pacarnyam, kemudian dibawa ke kantor Satpol PP untuk menjalani pemeriksaan. AAW menawarkan jasa untuk tidak memberitakan kasus penangkapan itu,” jelas Joudy Mailoor.

“Korban takut kalau dirinya diekspose media. Makanya AA menawarkan jasa, dengan meminta uang Rp200 ribu dan langsung dikirim pacar korban melalui sms banking,” katanya.

Kemudian Rabu (17/6) AAW kembali meminta bertemu di salah satu hotel di Kawasan Kebun Sayur, Balikpapan. Setelah masuk hotel tersebut, pelaku langsung memaksa korban untuk melakukan hubungan intim.

“Di hotel itu korban diperkosa, dan sesuai hasil visum sebelumnya korban masih perawan. Karena tempat kejadian perkara (TKP) di Balikpapan, pelaku kami serahkan ke Polres Balikpapan,” kata Joudy Mailoor.

AAW oknum Satpol PP tersebut, tambahnya, terancam pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara, serta pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Ketika dihubungi melalui telepon seluler, Kepala Satpol PP Kabupaten Penajam Paser Utara, Budi Santoso menyatakan, AAW yang diduga melakukan pemerasan dan pemerkosaan terhadap IG langsung dipecat. Tindakan pemecatan diberikan karena perbuatan AAW telah mencoreng nama baik Satpol PP.

“Kami tidak memberikan toleransi , AAW sudah dipecat. Serta mengingatkan kepada seluruh personel Satpol PP untuk tidak main-main dalam persoalan yang dapat mencoreng nama baik instansi,” tegasnya. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.