Bulan Puasa, Biarpet Penajam Masih Terjadi

AH Ari B

Mesin PLTMG Perusda Benuo Taka (Gusti – Hello Borneo)

Mesin PLTMG Perusda Benuo Taka (Gusti – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Meski telah menandatangani kesepakatan bersama masyarakat di depan wakil rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, pemadaman listrik ataupun biarpet selama bulan puasa tetap terjadi, dan tanpa mengenal waktu.

Sebagaimana penuturan warga Kelurahan Nenang RT 3, Kecamatan Penajam, Hariadi, pemadaman oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN), terjadi tepat Azan Magrib berkumandang, lalu saat melakukan ibadah salat tarawih.

“Bahkan ketika hendak berbuka puasa, biarpet seolah jadi menu berbuka bagi kami, janji manis pihak PLN beberapa waktu yang lalu seperti harapan kosong tanpa bukti,” katanya.

Hal senada diungkapkan seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Petung, Rani yang berharap pihak PLN tidak membuat resah dan emosi masyarakat. “Dalam sehari bisa 3 kali biarpet, malam sebelumnya listrik mati saat berbuka dan menyala kembali pada pukul 11.00 wita kurang,” ungkapnya.

“Janji PLN untuk tidak melakukan pemadaman saat bulan Ramadan tidak terbukti, apa tidak bisa selama satu bulan ini tidak ada mati lampu agar masyarakat bisa melaksanakan ibadah puasa dengan khusuk,” ujarnya kesal.

Seperti diberitakan sebelumnya, pihak Manajemen PLN area Balikpapan di hadapan masyarakat, Pemerintah dan DPRD Penajam Paser Utara berjanji tidak akan melakukan pemadaman listrik selama bulan puasa ini, tapi kenyataannya biarpet masih saja terjadi, sehingga banyak masyarakat yang mengaku kecewa bahkan tidak sedikit emosi .

Manajer PLN Rayon Petung, Suyono saat dikonfirmasi helloborneo.com mengatakan pihaknya berupaya tidak melakukan pemadaman listrik selama bulan puasa hingga lebaran. “Namun kami belum berani menjamin listrik dapat seratus persen aman, karena masih defisit daya sebesar 1,486 kilowatt,” ujar Suyono.

Ditambahkan Suyono, kondisi beban puncak listrik masyarakat mengalami peningkatan, dimana dari awalnya 13.500 Megawatt (Mw) menjadi 14.000 Mw, sementara produksi listrik PLN 12.600 Megawatt. “Kondisi ini memaksa kami (PLN) tetap melakukan pemadaman bergilir sampai mesin milik PLN dan Sewatama selesai diperbaiki dari kerusakan.” ujar Suyono.

“Kami juga mengimbau agar masyarakat pelanggan agar menghemat pemakaian listrik, minimal 100 watt per rumah, guna menutupi kekurangan daya sebesar 1,486 kilowatt,” pungkasnya. (log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.