Yusran Aspar : Tiga Sektor Pembangunan Harus Bersinergi

Subur Priono – Humas Setkab Penajam Paser Utara

 

Bupati Penajam Paser Utara Yusran Aspar bersama Ketua DPRD Penajam Paser Utara, Nanang Ali ketika malakukan Safari Ramadan di Desa Bangun Mulya, kecamatan Waru (Subur - Hunas Setkab Penajam Paser Utara)

Bupati Penajam Paser Utara Yusran Aspar bersama Ketua DPRD Penajam Paser Utara, Nanang Ali ketika malakukan Safari Ramadan di Desa Bangun Mulya, kecamatan Waru (Subur – Hunas Setkab Penajam Paser Utara)

Penajam, helloborneo.com – Tiga sektor pembangunan yaitu pemerintah, masyarakat dan swasta, kata Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Yusran Aspar, harus terus bersinergi sehingga dapat memicu percepatan pembangunan daerah setempat.

“Pemerintah tidak bisa maksimal melakukan pembangunan tanpa bantuan masyarakat dan swasta. sehingga tiga sektor itu harus saling bersinergi,” ungkap Bupati Yusran Aspar, saat kegiatan Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara bersama jajaran PT. WKP Astra Plantation di Masjid Jami WKP, Desa Bangun Mulya, Kecamatan Waru, Selasa.

WKP sebagai perusahaan perkebunan kelapa sawit terbesar di Kabupaten Penajam Paser Utara, lanjut dia, telah berkontribusi besar bagi daerah, sebagai salah satu contoh peran swasta yang terlihat dalam pembangunan di wikayah Penajam Paser Utara, bidang perkebunan.

“Kami sangat berterima kasih kepada WKP, atas kontribusi yang diberikan kepada pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara selama ini,” kata Yusran Aspar.

“Perusahaan-perusahan lain yang ada di Penajam Paser Utara diharapkan mampu memberikan nilai positif bagi daerah ini,” ujarnya.

Negara Indonesia saat ini, menurut Yusran Aspar, sedang mengalami krisis, dimana nilai rupiah melemah terhadap dolar Amerika . yang diakibatkan kebutuhan masyarakat di Indonesia masih diimpor dari negara lain, yang berpatokan pada nilai dolar.

“Sebagian besar kebutuhan pokok dalam negeri masih diimpor dari luar, yang sebenarnya pengembangan kebutuhan itu tidak sulit untuk dilakukan masyarakat, seperti beras, jagung, gula, singkong dan sebagainya,” ungkapnya.

“Ikan lele merupakan kebutuhan pokok masyarakat, pengembangan ikan lele tidak sulit dilakukan masyarakat selama ini, tapi juga diimpor dari negara lain,” jelas Yusran aspar.

Masyarakat Penajam Paser Utara, kata dia, harus bisa mencari peluang usaha di lingkungan setempat. Misalnya, daerah Waru cocok dikembangkan singkong gajah, di Babulu pengembangan perkebunan jagung dan sebagainya sebagai pemenuhan kebutuhan masyarakat kabupaten Penajam Paser Utara.

Kegiatan Safari Ramadan 1346 Hijriyah yang dirangkai dengan penyerahan sejumlah bantuan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara kepada masyarakat Bangun Mulya tersebut, juga dihadiri Ketua DPRD, Nanang Ali dan Wakil Ketua DPRD, Syahruddin M Noor, serta Ibu Bupati, Rustini Yusran dan sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD). (adv/bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.