Polres Penajam Tingkatkan Pengawasan Uang Palsu

Dika

 

Penajam, helloborneo.com – Kepolisian Resor (Polres) Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, meningkatkan pengawasan sebagai tindakan antisipasi peredaran uang palsu menjelang Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriyah atau lebaran tahun ini (2015).

Kapolres Penajam Paser Utara, Ajun Komisaris Besar, Joudy Mailoor, di Penajam, Jumat, mengatakan, sudah mengerahkan anggota Binmas, Intelejen dan Sabhara untuk melakukan pemantauan terhadap peredaran uang palsu yang ada di Penajam Paser Utara.

“Selama Ramadan kami kami tingkatkan pengawasan untuk mencegah peredaran uang palsu, Binmas paling depan melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan sekolah-sekolah terkait keamanan daerah dan Sabhara yang intens melakukan patroli,” jelasnya.

Joudy Mailoor mengatakan, hingga saat ini belum menemukan dan belum adanya laporan adanya peredaran uang palsu di wilayah hukumnya. Namun, pihaknya akan terus memantau melalui patroli rutin yang terus dilakukan.

Selain meningatkan pengawasan di pusat-pusat pemebelanjaan dan tempat-tempat transaksi keuangan, seperti pasar dan bank, kata dia, polisi juga malakukan sosialisasi terhadap masyarakat untuk lebih mewaspadai terhadap orang yang tidak dikenal saat menawarkan uang nominal besar untuk ditukarkan dengan uang pecahan.

“Menjelang lebaran transaksi keuangan meningkat dari bulan biasa tidak menutup kemungkinan ada uang palsu yang beredar. Itu yang kami waspadai di pasar-pasar serta tindak kejahatan penipuan di ATM (anjungan tunai mandiri),” kata Joudy Mailoor.

Polisi dianggap berhasil, tambah Joudy Mailoor, ketika mampu melakukan tindakan pencegahan agar daerah kondusif. Selama Ramadan Polres juga melakukan pencegahan terhadap aksi balap liar dan melakukan pengawasan bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP terhadap petasan kategori dilarang beredar. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.