1.220 Siswa Penajam Gagal Masuk Sekolah Negeri

Bagus Purwa

 

Plh Kepala Disdikpora Kabupaten Penajam Paser Utara, Marjani (Dika - Hello Borneo)

Plh Kepala Disdikpora Kabupaten Penajam Paser Utara, Marjani (Dika – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Sebanyak 1.220 siswa gagal masuk SMP dan SMA negeri karena kuota penerimaan peserta didik baru (PPDB) terbatas, yakni hanya 4.596 siswa, kata Pelaksana harian Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Marjani.

“Pendaftaran PPDB sudah ditutup dan hanya 4.596 siswa baru yang diterima, sehingga sisanya 1.220 siswa harus mendaftar ke sekolah swasta,” ungkap Marjani, di Penajam, Kamis.

Saat batas akhir pendaftaran PPDB tersebut pada Jumat (3/7) kata Marjani, terdapat 5.816 siswa yang mendaftar, namun kuota siswa baru yang tersedia hanya 4.596 kursi.

“Jumlah siswa yang lulus ujian nasional tahun ajaran 2015/2016 mencapai 5.493 orang, sementara kuota yang tersedia sangat terbatas,” katanya.

Namun, ia menjamin sekolah swasta dapat menampung seluruh jumlah siswa yang tidak lolos di sekolah negeri tersebut, karena masih ada satu SMA serta tiga SMK dan tiga MA swasta yang tersebar di empat kecamatan di wilayah Penajam Paser Utara.

“Ada juga tujuh SMP dan tujuh MTs swasta di wilayah Penajam Paser Utara. Jadi semua pelajar yang tidak lolos di sekolah negeri dapat melanjutkan ke sekolah swasta,” kata Marjani.

Kualitas sekolah swasta di Kabupaten Penajam Paser Utara, menurutnya, tidak jauh berbeda dengan sekolah negeri.

Bahkan tambah dia, beberapa sekolah swasta kualitasnya lebih baik dibanding sekolah negeri sehingga siswa lulusan dari sekolah swasta tersebut memiliki kualitas yang baik.

Selain itu, Disdikpora Kabupaten Penajam Paser Utara kata Marjani, juga menetapkan kuota siswa untuk SD Negeri sebanyak 3.784 siswa, sedangkan SD swasta yang tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Penajam Paser Utara hanya menyediakan 239 kursi.

Para orang tua siswa tidak perlu khawatir, ketika menyekolahkan anaknya sekolah di swasta karena dari segi biaya, pemerintah melalui bantuan operasional sekolah (BOS) telah mengalokasikan dana setiap tahun untuk siswa tidak mampu.

“Ada program BOS kabupaten, provinsi dan pemerintah pusat, sehingga tidak perlu khawatir kesulitan biaya atau apapun untuk melanjutkan sekolah,” kata Marjani. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.