Kejari Penajam Tetapkan Ketua Gapoktan Sidorejo Tersangka Dugaan Korupsi

Bagus Purwa

 

 

Ahmad Yusak, Kasi Pidsus Kejari Penajam (Gusti – Hello Borneo)

Ahmad Yusak, Kasi Pidsus Kejari Penajam (Gusti – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menetapkan Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Sidorejo, Wahyu Eko sebagai tersangka terkait dugaan korupsi di Dinas Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kelautan (DP3K) atau sekarang Dinas Pertanian dan Peternakan.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Penajam Paser Utara, Ahmad Yusak, di Penajam, Rabu, mengatakan, Wahyu Eko ditetapkan menjadi tersangka pada kasus dugaan korupsi DP3K Kabupaten Penajan Paser Utara pada 2011, Rabu (8/4).

Dalam kasus tersebut Wahyu Eko diberikan kepercayaan oleh tujuh Gapoktan lainnya untuk menerima bantuan dari pemerintah pusat sekisar Rp1,3 miliar.

“Ada delapan Gapoktan di Desa Sidorejo yang mendapatkan bantuan, dengan total bantuan berkisar Rp1,3 miliar, tujuh Gapoktan lainnya menguasakan kepada Wahyu Eko untuk menerima bantuan itu,” jelasnya.

“Seharusnya masing-masing Gapoktan menerima berkisar Rp162 juta, tapi seluruh dana bantuan untuk delapan Gapoktan itu masuk ke rekening bank milik Wahyu Eko,” kata Ahmad Yusak.

Namun dalam penggunaan dana sekisar Rp1,3 miliar tersebut, lanjutnya, diduga tidak sesuai dengan peruntukkannya sehingga mengakibatkan kerugian negara. Kejari Penajam Paser Utara terus melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

“Dalam pelaksanaannya tidak sesuai dengan peruntukkannya, jadi ada kerugian negara yang ditimbulkan dari penggunaan anggaran Rp1,3 miliar bantuan dari pusat itu,” ujar Ahmad Yusak.

Sementara nilai kerugian negara yang ditimbulkan dalam kasus tersebut, kata dia, belum bisa disampaikan karena masih menunggu hasil audit dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kaltim.

Terkait kemungkinan penahanan terhadap Wahyu Eko yang sudah ditetapkan sebagai tersangka tersebut, menurut Ahmad Yusak, Kejari Penajam Paser Utara tidak melakukan penahanan terhadap tersangka melalui beberapa pertimbangan.

“Respon dari Wahyu Eko baik dan kooperatif maka kami tidak melakukan penahanan terhadap tersangka itu,” ucapnya.

Kasus dugaan korupsi di DP3K Penajam Paser Utara pada 2011 tersebut, tambah Ahmad Yusak, telah ditingkatkan dari penyelidikan ke tahap penyidikan. Dimana Kejari telah meminta keterangan atau melakukan pemeriksaan terhadap 15 saksi terkait kasus tersebut. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.