35 Kelompok Terdaftar di Paser Dapat Modal Usaha

Ajang Araya

FOTO BERSAMA. Wakil Bupati Paser Mardikansyah (tiga dari kiri) Saat berfoto bersama usai pemberian simbolis, bersama ketua kelompok usaha yang menerima modal (Ajang Araya - Hello Borneo)

FOTO BERSAMA. Wakil Bupati Paser Mardikansyah (tiga dari kiri) Saat berfoto bersama usai pemberian simbolis, bersama ketua kelompok usaha yang menerima modal (Ajang Araya – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Kemiskinan memang masih menghantui Kalimantan Timur (Kaltim), tak salah bila Dinas Sosial (Dinsos) menggelar program untuk mengurangi angka kemiskinan di Kaltim.  Seperti acara pelatihan dan pembagian modal usaha di Kabupaten Paser, Rabu (29/7) yang di gelar Dinsos Provinsi Kaltim di Gedung Perempuan Berjaya, Paser.

Kepala Dinsos Kaltim, M Yusuf mengatakan, masih dalam program pengurangan kemiskinan. Pihaknya membagikan dana hibah sekitar Rp 20 juta ke 35 kelompok usaha yang terdaftar, di Dinsos Kabupaten Paser.

“Jadi untuk di Paser ada sekitar 35 kelompok usaha yang mendapatkan modal bantuan dari provinsi, sedangkan kalau keseluruhan di Kaltim ada sekitar 175 kelompok yang menerima bantuan dengan kriteria yang telah kami tentukan,” beber Yusuf.

Namun Yusuf menjelaskan, meski uang bantuan yang diberikan langsung di transfer ke rekening kelompok. Tetapi modal tersebut tidak bisa langsung ditarik penuh. Dan ia juga berharap bagi kelompok penerima bantuan bisa memanfaatkan semaksimal mungkin untuk mendongkrak perekonomian keluarganya.

“Selain kami berikan modal, mereka juga telah kami bekali dengan pelatihan wirausaha dan pemdampingan agar dapat mengelola modal dengan baik,” tuturnya.

Sedangkan Kabid Pemberdayaan Sosial Kemiskinan, Dinsos Kabupaten Paser Ningsih menambahkan, pihaknya juga akan ikut berperan untuk mengawasi dan mementoring para penerima bantuan sosial. Agar kedepannya bisa maksimal dan turut membantu perekonomian di Paser.

“Kami terus melakukan pengawasan dan pembinaan berkala, kepada penerima modal usaha. Jadi setiap catur wulan mereka juga kami wajibkan untuk melaporkan perkembangan usahanya,” tutup Ningsih. (log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.