Penajam Optimalkan Rumah Potong Hewan

AH Ari B

 

Hewan ternak sapi di Kabupaten Penajam Paser Utara (Bagus Purwa - Hello Borneo).Penajam, helloborneo.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, mengoptimalkan Rumah Potong Hewan (RPH) Girimukti agar daging yang beredar di pasar tradisional di darah itu terjamin kesehatan serta limbah yang dihasilkan dari pemotongan hewan tidak mencemari lingkungan.

“Kami minta masyarakat memanfaatkan RPH yang disediakan pemerintah agar kulalitas daging yang dihasilkan lebih terjamin kualitas dan kesehatannya,” kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Penajam Paser Utara, Arief Murdianto, di Penajam, Kamis.

Pengusaha sapi atau masyarakat umum, menurutnya, hanya ditarik biaya retribusi kebersihan sebesar Rp3 ribu per ekor ketika melakukan pemotongan di RPH Girimukti. Sedangkan untuk penggunaan fasilitas di rumah potong hewan tersebut tidak dipungut biaya.

“Hanya ada pungutan Rp3 ribu per ekor di RPH Girimukti untuk biaya kebersihan, kalau penggunaan fasilitas tidak perlu membayar alias gratis,” ungkap Arief Murdianto.

Sejauh ini, lanjut dia, masih banyak masyarakat melakukan aktivitas pemotongan hewan sapi di tempat-tempat pemotongan hewan di luar RPH milik pemerintah sehingga cukup berisiko terhadap kualitas dan kesehatan daging.

Selain sarana dan prasarana RPH Girimukti yang memadai, kata Arief Murdianto, di RPH juga telah disediakan dokter hewan yang bertugas mengawasi dan memeriksa kondisi hewan ternak serta mengawasi penyembelihan yang sesuai standar kesejahteraan hewan, sehingga kualitas dan kesehatan daging lebih terjamin.

“Masih banyak masyarakat melakukan pemotongan hewan sapi tidak di RPH Girimukti, sehingga daging itu belum bisa dijamin kesehatan dan kualitasnya,” jelasnya.

Dinas Pertanian dan Peternakan, tambahnya, sudah melakukan sosialisasi agar pemotongan hewab sapi dilakukan di Rumah Ptong Hewan Girimukti, sehingga selain daing terjamin kualitas dan kesehatannya, limbah hasil pemotongan juga dapat dikelola agar tidak mencemari lingkungan. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.