Bupati Penajam Larang Petani Alih Fungsikan Lahan

AH Ari B

 

Penajam, helloborneo.com – Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Yusran Aspar, melarang petani di daerah itu tidak melakukan mengalihfungsikan lahan pertanian menjadi perkebunan kelapa sawit.

“Para petani dilarang alih fungsikan lahan pertanian menjadi perkebunan sawit karena berptensi merusak lingkungan sekitar,” tegas Bupati Yusran aspar, saat dihubungi di Penajam, Sabtu.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, melarang keras kegiatan alih fungsi lahan pertanian dengan alasan apapun, kata dia, karena pengalihfungsian lahan pertanian tersebut berisiko merusak sehingga mengancam terjadinta krisis pangan daerah .

“Petani jangan melakukan alih fungsi lahan pertanian, tapi petani diharapkan mandiri untuk wujudkan usaha pertanian yang tangguh dan berorientasi agribisnis sehingga mampu memanfaatkan segala sumber daya secara optimal,” kata Yusran Aspar.

Petani Penajam Paser Utara, lanjutnya, harus mampu memanfaatkan segala sumber daya secara optimal sehingga bisa menyesuaikan pola struktur produksi padi, dan juga para petani tidak mengandalkan bantuan dari pemerintah dalam mengembangkan usaha.

Lahan pertanian di wilayah Penajam Paser Utara, menurut Yusran Aspar, merupakan sawah tadah hujan atau mengandalkan air hujan untuk mengairi sawah, sehingga jika musim kemarau panjang lahan tidak dapat ditanami padi.

Namun demkian bupati mengharapkan, para petani dapat menjadi petani mandiri dengan memanfaatkan segala sumber daya yang ada serta menjadi petani yang cerdas dan memiliki inovasi dengan tidak menanam satu jenis tanaman saja.

“Seperti yang dilakukan kelompok tani di Desa Labangka Barat, Kecamatan Babulu. Para petani di sana yang tergabung di kelompok tani tidak menanami lahan mereka dengan satu jenis tanaman,” katanya.

“Selain memanam padi, para petani di Desa Labangka itu juga menanam jagung dan kedelai di sawah mereka secara bergantian untuk meyiasati datangnya musim kemarau,” ungkap Yusran Aspar.

Data terakhir dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Penajam Paser Utara, menyebutkan sekitar 300 hektare lahan pertanian produktif beralih fungsi untuk kegunaan lain, mayoritas dialihfungsikan menjadi perkebunan kelapa sawit.

Maraknya petani mengalihfungsikan lahan pertanian produktif di wilayah Penajam Paser Utara tersebut seharusnya menjadi perhatian serius semua pihalk, terutama Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara melalui instansi yang terkait. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.