Bupati Penajam Letakan Batu Pertama Pembangunan Gereja Sion

Iskandar – Humas Setkab Penajam Paser Utara

 

Bupati Penajam Paser Utara, Yusran Aspar melakukan pelatakan batu pertama pembangunan Gereja Jemaat Sion di Kelurahan Gunung seteleng, Kecamatan Penajam (Iskandar - Humas Setkab Penajam Paser Utara)

Bupati Penajam Paser Utara, Yusran Aspar melakukan pelatakan batu pertama pembangunan Gereja Jemaat Sion di Kelurahan Gunung seteleng, Kecamatan Penajam (Iskandar – Humas Setkab Penajam Paser Utara)

Penajam, helloborneo.com – Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Yusran Aspar meletakan batu pertama pembangunan Gereja Jemaat Sion di Kelurahan Gunung seteleng, Kecamatan Penajam.

“Sebagai umat beragama wajib selalu bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, syukur itu bukan hanya dimulut saja tapi benar-benar dihayati dalam perbuatan dan harus dihayati dalam keadaan suka maupun duka,” kata Bupati Yusran Aspar, saat memberikan sambutan pada hari ulang tahun ke-41 dan peletakan batu pertama pembangunan Gereja Jemaat Sion, beberapa waktu lalu.

Pada tahun ini (2015), lanjutnya, keadaan ekonomi di Kabupaten Penajam Paser Utara mengalami penurunan karena anggaran APBD banyak mengalami pemangkasan. Penurunan tersebut berpengaruh besar terhadap perekonomian di Penajam Paser Utara.

“Penurunan APBD mencapai sekitar Rp500 miliar, pasti ini akan berdampak pada belanja publik yang telah direancanakan,” ujar Yusran Aspar.

Meski demikian, menurutnya, perekonomian di Kabupaten Penajam Paser Utara, masih bisa berjalan walaupun lamban karena masyarakat masih bisa menjalankan usaha di sektor riill yang dapat meredam gejolak ekonomi di daerah.

Selain usaha sektor riil yang dijalankan masyarakat, kata Yusran Aspar, sejumlah perusahaan sudah melakukan pembebasan lahan di Kawasan Buluminung, yang mencapai 200 hingga 400 hektare untuk melakukan investasi, juga membantu perekonomian di Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Jadi betul-batul rasa syukur itu dihayati, angan selalu merasa kurang dengan keadaan ekonomi yang sedang merosot ini,” ucapnya.

Yusran Aspar juga mengingatkan, toleransi antar umat beragama harus selalu ditingkatkan, sehingga diharapkan kasus yang terjadi di Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua tidak terjadi di Kabupaten Penejam Paser Utara.

“Toleransi umat beragama harus dipahami dalam kehidupan beragama, jangan sampai kasus seperti di Tolikara itu terjadi di wilayah Penajam Paser Utara,” katanya. (adv/bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.