Yusran Aspar : Pansel Lelang Jabatan Tidak Ada Orang Dekat Bupati

Suherman

 

Bupati Penajam Paser Utara, Yusran Aspar (Suherman - Hello Borneo)

Bupati Penajam Paser Utara, Yusran Aspar (Suherman – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Anggota panitia seleksi (Pansel) lelang jabatan pratama eselon II dari unsur masyarakat, kata Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Yusran Aspar, tidak ada orang dekat bupati.

“Salah kalau ada yang mengatakan tiga orang tim pansel itu adalah orang-orang saya,” tegas Bupati Yusran Aspar, menanggapi isu yang merebak, bahwa 3 orang unsur masyarakat yang ditunjuk menjadi tim pansel merupakan orang dekat bupati, saat dihubungi di Penajam, Jumat.

Ia menjelaskan, penujukan tiga orang anggota Pansel dari unsur masyarakat tersebut tidak mudah karena ketiga orang itu harus memiliki kriteria, di antaranya jujur dan kredibel serta pernah menduduki jabatan eselon II.

“Penunjukan tiga orang dari unsur masyarakat untuk menjadi anggota Pansel itu sudah melalui tahapan yang selektif dan ketat serta tidak ada nepotisme,” tegas Yusran Aspar.

Penunjukan Pansel Lelang jabatan pratama eselon II tersebut, kata dia, amanat dari Undang-Undang ASN (aparatur sipil negara), terdiri dari unsur biriokrat dan dari luar unsur birokrat, yakni masyarakat.

Yusran Aspar menjelaskan, lelang jabatan pratama eselon II, harus dialkasankan, karena jika kepala daerah tidak melakukan lelang jabatan untuk menempatkan pejabat pada jabatan eselon II tersebut akan digugurkan.

“Masukan dari Badan Kepegawain Daerah (BKD) dan Sekertaris Kabupaten, jika kepala daerah memaksakan mutasi dengan cara lama, hal ini akan digugurkan seperti kejadian di daerah lain. jadi saya batalkan mutasi cara lama dengan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat),” ungkap bupati.

Sementara Pelaksana tugas. Sekertaris Kabupaten Penajam Paser Utara, Tohar menambahkan, penunjukan anggota tim seleksi lelang jabatan eselon II dari unsur masyarakat tersebut disyaratkan orang bersangkutan memilki kreteria kopetensi yang memahami birokrasi dan adminstrasi.

“Kami mengusulkan mantan atau pernah menjabat jabatan eselon II, artinya orang yang ditunjuk itu pernah menjadi manajer karena akan diuji tingkat manajemennya saat melakukan seleksi. Pertimbangan itu sangat sulit tapi harus dijalankan, dan kami tidak mungkin menunjuk orang yang tidak mengerti masalah birokrasi,” jelas Tohar. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.