Irigasi Kurang, Banyak Petani Paser Gagal Panen

Ajang Araya
Bertahan. Kekeringan yang melandah petani padi Paser, mulai membuat beberapa Petani mengalami gagal Panen. Seperti Iwan Salah satu Petani yang masih berusaha untuk mempertahankan tanaman padinya di tengah kemarau panjang. (Ajang Araya - Hello Borneo)

Bertahan. Kekeringan yang melandah petani padi Paser, mulai membuat beberapa Petani mengalami gagal Panen. (Ajang Araya – Hello Borneo)



Tana Paser, helloborneo.com - Kemarau panjang yang terjadi tahun ini, memberikan dampak yang besar bagi petani di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur (Kaltim). Pasalnya belum memasuki puncak kemarau panjang, sudah banyak petani yang mengalami gagal panen dengan kata lain hasil pertaniannya mengalami puso.

Kepala Seksi Perlindungan Lahan dan Pangan, Dinas Pertanian Paser, Toto Ifrianto yang dikonfirmasi helloborneo.com mengatakan, berdasarkan prediksi minggu kedua Agustus ini baru memasuki puncak musim kemarau, tetapi dari tim survei di lapangan sudah banyak petani yang mengalami kekeringan. 

Namun untuk jumlah keseluruhan lahan yang mengalami puso belum diketahui pasti, pasalnya timnya masih melakukan pendataan.

“Sudah banyak petani yang mengalami gagal panen. Seperti di kawasan Paser Balengkong, hanya saja untuk jumlah keseluruhan petani yang gagal panen masih dalam pendataan,” tuturnya.

Diakui Toto, sebenarnya persoalan gagal panen di musim kemarau memang persoalan lama dan dapat diatasi bila sitem irigasi bisa berjalan dengan baik. Hanya saja dalam realisasinya irigasi di Paser sangat kurang. Apalagi sejak jauh-jauh hari tidak ada upaya bersiap menghadapi musim kemarau.

“Kalau sudah memasuki musim kemarau ini, mencari solusinya itu sangat sulit. Karena memang ini termaksud bencana alam dan kalau mau mengatasinya harusnya sejak jauh-jauh hari,” ujar Toto.

Dan sebagai opsinya, Pihaknya berencana untuk mengalihkan fungsi guna lahan milik petani ke tanaman yang tidak terlalu membutuhkan air, seperti bawang dan cabe-cabean. Sehingga lahan pertanian tetap dapat berfungsi.

“Jadi kami sekarang mulai gencar melakukan sosialisasi dan pembagian bibit tanaman kepada petania untuk beralih ke tanaman yang tidak membutuhkan air yang banyak,” tutupnya. (log)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.