Target 2016, Bandara Paser Jadi Prioritas

Ajang Araya

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Paser, Adi Maulana

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Paser, Adi Maulana

Tana Paser, helloborneo.com – Proyek Bandara Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, yang berada di Desa Rantau Panjang, akan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dan ditargetkan akhir 2016 segera rampung.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Paser, Adi Maulana mengatakan, proyek bandara yang mulai dikerjakan sejak beberapa tahun lalu menggunakan sistem penganggaran tahun jamak (multiyears).

Adanya bandara ini karena berbagai dasar pertimbangan, Kabupaten Paser jauh tertinggal dibanding kabupaten/kota lain di Kaltim. Jika bandara itu rampung, dipastikan perekonomian dan akses menuju dan keluar Paser akan lebih cepat. Tak hanya itu, dengan memiliki bandara akan bisa meningkatkan kebanggaan masyarakat Paser.

“Tahun depan 2016 nanti, Insya Allah akan pengerjaan kembali dilakukan, dari sisi darat, jalan dan gedungnya sudah jadi. Namun masih banyak bagian lain yang belum selesai,” ucap Adi.

Menurutnya, proyek itu menjadi prioritas lantaran jarak tempuh menuju Samarinda sebagai ibu kota provinsi, sangatlah jauh.

“Dari Samarinda menuju Paser bisa mencapai tujuh hingga delapan jam perjalanan darat. Belum lagi dengan kondisi jalan poros Penajam–Tana Paser banyak yang rusak,” sebutnya.

Bandara seluas 213 hektare itu, kata dia, menjadi kebutuhan warga untuk mempercepat perekonomian dan transportasi. Selama ini, warga Paser yang ingin keluar dan menuju Tana Paser, harus menempuh jalan darat yang banyak menyita waktu.

Ke Balikpapan butuh waktu sekitar tiga hingga empat jam. Ke Banjarmasin pun bisa mencapai 10 jam.

untuk diketahui, Bandara Paser dibangun sejak 2013, memiliki panjang landasan 1.800 meter. Bandara ini masuk dalam 20 bandara yang tersebar di kabupaten/kota di Kaltim dan terus dikebut penyelesaiannya.

Berdasarkan perencanaan 2013, pembangunan apron, taxiway, runway, runway strip, jalan inspeksi, dan ground support equipment (GSE), telah menghabiskan Rp 41 miliar. Rinciannya, Rp 27 miliar bersumber dari APBD Paser dan Rp 14,5 miliar dari APBD Kaltim. (log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.