PDAM Penajam Tetap Duga Sumber Air Baku Tercemar

AH Ari B

 

Kolam kompartemen pengelolaan limbah cair milik PT Penajam Prima Coal, perusahaan tambang batu bara yang berada di hulu sungai Lawe-lawe (Dika - Hello Borneo)

Kolam kompartemen pengelolaan limbah cair milik PT Penajam Prima Coal, perusahaan tambang batu bara yang berada di hulu sungai Lawe-lawe (Dika – Hello Borneo)

Penajam helloborneo.com – Direktur Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Misdianto, tetap menduga terjadi pencemaran terhadap sumber air baku karena aktivitas pembuangan limbah cair perusahaan tambang di wilayah hulu sungal Lawe-lawe.

“Sebelum aktivitas pembuangan limbah cair perusahaan tambang yang berada di hulu sungai Lawe-lawe dihentikan tingkat keasmanan atau pH air sungai Kapten anak sungai Lawe-lawe hanya 3,8,” jelas Misdianto, di Penajam, Selasa.

Namun setelah aktivtas pembuangan limbah cair perusahaan tersebut dihentikan, menurutnya, pH atau kadar keasaman air meningkat mencapai lima. Sehingga diduga pencemaran terhadap sumber air baku PDAM tersebut berasal dari aktivitas perusahaan tambang di wilayah hulu sungai Lawe-lawe.

Sementara pihak manajeman PT Penajam Prima Coal, perusahaan tambang yang berada di wilayah hulu sungai Lawe-lawe manyatakan, bahwa pengelolaan limbah perusahaan sudah memenuhi prosedur dan mentaati aturan yang berlaku

Kepala Teknik Tambang PT Penajam Prima Coal, Santosa menegaskan, tingkat keasaman atau pH dari kolam kompartemen terakhir pengelolaan limbah cair milik PT Penajam Prima Coal mencapai angka 8,5, bukan 3,8

Namun air yang telah melalui pengelolaan menggunakan komparteman tersebut, lanjutnya, setelah dibuang bercampur dengan air sungai Kapten, yang memiliki kadar keasaman di bawah standar sehingga tingkat keasamannya menjadi 5,8

“Saya menduga tingkat keasaman air sungai Lawe-lawe menurun karena kondisi tanah gambut dan debit air sungai yang terus menurun akibat musim kemarau,” kata Santosa.

PT Penajam Prima Coal, tambahnya, menghentikan sementara aktivitas pembuangan air limbah, menunggu konfirmasi dari Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Penajam Paser Utara yang akan melakukan pemeriksaan terhadap tata kelola air limbah perusahaan. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.