Meskipun Kemarau Stok Pangan Penajam Masih Aman

Bagus Purwa

 

Kepala Kantor Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Penajam Paser Utara, Surito Widarie (Dika - Hello Borneo)

Kepala Kantor Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Penajam Paser Utara, Surito Widarie (Dika – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Kemarau panjang di berbagai daerah di Indonesia dikhawatirkan menimbulkan kerawanan pangan. Namun dapat dipastikan, kerawanan pangan tidak akan terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Kepala Kantor Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Penajam Paser Utara, Surito Widarie, di Penajam, Kamis, mengatakan, Kabupaten Penajam Paser Utara tidak akan mengalami kekurangan pangan karena masih memiliki cadangan beras yang mencukupi kebutuhan masyarakat setempat.

“Tahun 2014 produksi beras di Kabupaten Penajam Paser Utara mencapai 46 ribu ton, jumlah itu sudah dapat mencukupi kebutuhan pangan masyarakat di daerah ini yang kami prediksi kebutuhannya mencapai 18 ribu ton pert tahun,” jelasnya.

Berdasarkan produktivitas tersebut, lanjut Surito Widarie, pada 2014, produksi beras yang dihasilkan para petani di Kabupaten Penajam Paser Utara mengalami surplus sekitar 28 ribu ton setelah dikurangi kebutuhan pangan masyarakat.

“Dengan dengan persediaan beras saat ini, masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara yang setiap tahunnya mengalami peningkatan sekitar 20 persen,” jelasnya.

Namun demikian menurut Surito Widarie, perlu dilakukan upaya antisipasi bersama antar instansi untuk menyelamatkan proses produksi padi terhindar dari puso atau gagal panen, karena diperkirakan musim kemarau cukup panjang.

“Kami lakukan langkah-langkah konkrit antisipasi musim kemarau yang diperkirakan tahun ini (2015) cukup panjang, selain melakukan koordinasi dan sinergi intensif lintas sektor,” katanya.

Selain itu Kantor Katahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Penajam Paser Utara, tambah Surito Widarie, juga mendistribusikan beras ke desa dan kelurahan bukan penghasil beras sebagai antisipasi terjadinya kekurangan pangan di wilayah tersebut. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.