Warga Keluhkan Pelayanan RSUD PPU

Subur – Humas Setkab Penajam Paser Utara

Dokter sering tidak masuk dengan berbagai alasan

ANTRI. Warga PPU terpaksa duduk di lantai sambil menunggu antrian pelayanan RSUD PPU (Subur - Setkab PPU)

ANTRI. Warga PPU terpaksa duduk di lantai sambil menunggu antrian pelayanan RSUD PPU (Subur – Setkab PPU)

Penajam, helloborneo.com – Sejumlah pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur mengeluhkan pelayanan pada masyarakat dianggap kurang maksimal. Dengan berbagai macam alasan, mulai dokter berhalangan, dokter sakit, tidak berada ditempat, akhirnya banyak pasien tidak mendapat melayanan kesehatan dengan baik.

“Kasian mereka yang sudah datang jauh-jauh dari kecamatan sepaku sampai sini (RSUD) tidak mendapat pelayanan kesehatan dengan baik,“ ungkap salah satu pasien asal kecamatan Babulu yang enggan disebut namanya, senin, (24/8) saat ditemui.

Ia mengungkapkan, sejak beberapa hari terakhir di RSUD PPU ini, memang sangat padat dikunjungi pasien khususnya pada poli umum. Hal itu disebabkan karena sebagian poli tujuan pasien seperti poli penyakit dalam dan poli kandungan sedang tidak ada dokternya, sehingga seluruh pasien kedua poli tersebut dialihkan ke poli umum oleh petugas rumah sakit.

“Dampaknya pasien yang ada pada poli umum sangat banyak hingga ratusan orang mengantri. Sudah tentu dengan pasien sebanyak ini pelayanan yang diberikan tidak maksimal,“ ungkapnya.

Senada hal yang sama dikatakan Aliansyah warga kelurahan Sotek, saat itu mengantar keluarganya untuk berobat. Ia mengungkapkansejak pagi telah berada di RSUD, namun hingga siang hari baru mendapat pelayanan dari dokter.

Ia mengungkapkan haruskah dirinya bila sedang sakit berobat ke Balikpapan jika daerah sendiri memiliki RSUD sebagai pusat pelayanan kesehatan terbesar di daerah. “Mudah-mudahan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat PPU oleh RSUD dapat ditingkatkan, sehingga RSUD yang ada di PPU menjadi kebanggaan masyarakat PPU,“ ungkapnya. (adv/rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.