Warga Minta Dishubbudpar Penajam Mengganti Dermaga Terapung

Suherman

 

Kondisi ‘ploting’ atau dermaga terapung Pelabuhan Maridan yang memperihatinkan (Suherman - Hello Borneo)

Kondisi ‘ploting’ atau dermaga terapung Pelabuhan Maridan yang memperihatinkan (Suherman – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Warga Kelurahan Maridan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimanatan Timur, meminta Dinas Perhubungan Kebudayaan dan Pariwsata (Dishubbudpar) setempat mengganti ‘ploting’ atau dermaga terapung di pelabuhan penyeberangan di daerah itu karena sudah tidak layak.

“Dermaga terapung atau ‘ploting’ yang ada di pelabuhan Maridan terbuat dari kayu dan sudah tua sehingga sudah tidak layak untuk kegiatan bongkar muat penumpang dan barang,” jelas salah satu warga Maridan, Rustam saat Sosialisasi Kebijakan Perhubungan Laut, di Kelurahan Maridan, Rabu.

Kondisi ‘ploting’ kayu tersebut, lanjut dia, sangat membahayakan pengguna jasa angkutan penyeberangan, apalagi saat ombak besar karena kemiringan dermaga terapung tersebut sudah mencapai hingga 40 derajat.

Rustam berharap, pemerintah daerah dapat memperhatikan keamanan dan kenyamanan pelayanan di Pelabuhan Maridan tersebut, dengan mengganti dermaga terapung atau ‘ploting’ kayu dengan dermaga terapung dari bahan besi atau ponton.

“Saya meminta pemerintah daerah memperhatikan dan segera merespon keluhan warga tersebut, karena banyak warga menjadi korban akibat terpeleset di ‘ploting’ itu,” jelasnya.

Sementara Kepala Bidang Perhubungan Laut Dishubbudpar Kabupaten Penajam Paser Utara, Budi Sarjono membenarkan kondisi ‘ploting’ di pelabuhan Maridan tersebut sudah tidak layak dan membahayakan pengguna jasa angkutan laut di daerah itu.

“Keluhan masalah kondisi dermaga terapung yang sudah tidak layak itu, akan perhatikan dan sampaikan kepada pimpinan,” katanya.

“Perhubungan Laut, akan berupaya melakukan pengadaan ‘ploting’ besi atau ponton baru, mudah-mudahan pada anggaran 2016 penggantian dermaga terapung itu bisa terealisasi,” jelas Sarjono.

Kondisi dermaga terapung tersebut, tambahnya, menjadi perhatian dan pihakanya akan berkoordinasi dengan instansi terakit sehingga dapat membarikan pelayanan yang prima sesuai yang diharapkan masyarakat. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.