BPKAD Penajam Data Ulang 1.480 Kendaraan Dinas

Bagus Purwa

 

BPKAD Kabupaten Penajam Paser Utara, melakukan pemeriksaan kendaraan dinas milik pemerintah setempat untuk untiuk tertib administrasi serta mengamankan semua aset daerah (Subur Priono - Humas Setkab Penajam Paser Utara)

BPKAD Kabupaten Penajam Paser Utara, melakukan pemeriksaan kendaraan dinas milik pemerintah setempat untuk untiuk tertib administrasi serta mengamankan semua aset daerah (Subur Priono – Humas Setkab Penajam Paser Utara)

Penajam helloborneo.com – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, telah mendata ulang 1.480 unit kendaraan dinas pada pendataan atau inventarisasi kendaraan dinas mulai roda dua sampai roda empat atau lebih di daerah itu.

“Sejak kegiatan inventarisasi kendaraan dinas dari 3 Agustus sampai 31 Agustus 2015, terdapat 1.480 unit kendaraan dinas mulai roda dua maupun roda empat atau lebih telah didata ulang,” ungkap Kepala BPKAD Kabupaten Penajam Paser Utara, Haeran Yusni, di Penajam, Senin.

Jumlah total kendaran dinas mulai roda dua sampai roda empat atau lebih di Kabupaten Penajam, menurut dia, tercatat sebantak 1.592 unit, namun sebanyak 52 kendaraan dinas masing-masing milik Inspektorat, Sekretariat Kabupaten, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga dan Dinas Kesehatan belum dibawa oleh SKPD (satuan kerja perangkat daerah) bersangkutan ke BPKAD .

Selain 52 kendaraan dinas yang belum terdata ulang, kata Haeran Yusni, terdapat 60 kendaraan dinas roda dua maupun roda empat yang dilaporkan dalam kondisi rusak berat sehingga tidak dapat dibawa ke BPKAD untuk didata ulang.

“Kami tetap menyurati SKPD bersangkutan untuk membawa kendaraan dinas yang belun didata ulang itu ke BPKAD untuk didata ulang,” ujarnya.

“BPKAD juga akan mendata ulang kendaraan dinas yang dilaporkan dalam kondisi rusak berat, pemerintah daerah berencana kan melelang kendaraan dinas yang rusak berat. Kami targetkan September ini pendataan ulang terhadap kendaraan dinas yang belum terdata ulang itu rampung,” jelas Haeran Yusni.

Sepanjang kegiatan pendataan tersebut tambah dia, sebanyak 253 unit kendaraan dinas roda dua dan roda empat sudah diurus STNK (surat tanda nomor kendaraan) atau dilunasi pajak kendaraannya, dan 60 unit kendaraan dinas diurus kelayakan kendaraan (KIR) telah habis masa berlakunya.

“Kegiatan pendataan kendaraan dinas mulai roda dua sampai roda empat atau lebih itu berdampak pada PAD (pendapatan asli daerah) Kalimantan Timur, karena banyak kendaraan dinas yang diurus STNK atau dilunasi pajaknya dan diurus kelayakan kendaraannya,” kata Haeran Yusni. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.