Yusran Aspar : Maraknya Pengetap di Penajam Karena Subsidi BBM

Suherman

 

Bupati Penajam Paser Utara, Yusran Aspar (Suherman _ Hello Borneo)

Bupati Penajam Paser Utara, Yusran Aspar (Suherman _ Hello Borneo)

Penajam helloborneo.com – Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Yusran Aspar menilai maraknya pengetap BBM (bahan bakar minyak) di daerah itu karena adanya kebijakan pemerintah yang memberikan subsidi terhadap harga BBM tersebut.

“Pemberian subsidi BBM membuka peluang atau kesempatan para spekulan sehingga keberadaan pengetap BBM menjadi marak,” kata Bupati Yusran Aspar di Penajam. Senin.

“Sampai masa tugas dan sampai saya diganti sebagai Bupati Penajam Paser Utara keberadaan pengetap masih tetap ada,” ujarnya.

Permasalahan maraknya pengetap BBM tersebut, menurut Yusran Aspar, adanya kesempatan bagi spekulan, dimana pemerintah memberikan peluang dan kesempatan usaha bagi spekulan, yang disebabkan oleh subsidi terhadap harga BBM.

“Coba pemerintah mencabut subsidi harga BBM pasti tidak ada lagi mengetap, saya nilai itu akar permasalahan pengetap BBM selama ini,” ujar Yusran Aspar.

Masyarakat Penajam Paser Utara, kata bupati, membeli BBM dengan harga yang cukup mahal, karena ulah pengetap. Sehingga Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara harus berani menolak subsidi BBM, sehingga tidak ada perbedaan harga sehingga tidak ada spekulan yang bermain.

“Kalau Pemerintah Penajam Paser Utara berani, mari forum Koordinasi Pimpinan Daerah bersama DPRD menolak subsidi BBM. Kalau kita berani , saya yakin tidak ada lagi permasalahan pengetap,” jelas Yusran Aspar.

Jika tidak ada subsidi harga BBM, tambah bupati, kelebihan dari subsidi BBM tersebut dikembalikan ke APBD untuk kepentingan masyarakat. Sehingga untuk mengehentikan aksi pengetap pemerintah daerah bisa menyurat ke Presiden Republik Indonesia dan ke Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menolak subsidi BBM.

“Kalau pemerintah daerah ada keberanian, mari bersama lakukan penolakan subsidi BBM karena akar permasalahannya adalah ada perbedaan harga kerena adanya subsidi itu,” tegasnya. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.