Asyik Berenang, Mahasiswa Paser Tewas

Rapal JKN

Niat Ikuti Bakti Sosial Lingkungan “Gagal”

Mahasiswa Akademi Komunikasi Negeri Paser tewas tenggelam. (Rapal JKN - Hello Borneo)

Mahasiswa Akademi Komunikasi Negeri Paser tewas tenggelam. (Rapal JKN – Hello Borneo)

Tana Paser, helloborneo.com – Niat baik Deni HW (19) warga asal Desa Senaken, Kecamatan Tana Gerogot ini, untuk mengikuti acara bakti sosial lingkungan di kawasan Kasungai, Batu Kajang, kilometer 1,5 berakhir tragis. Pasalnya saat istirahat siang bersama kelompoknya Deni yang saat itu asik berenang, tiba-tiba tenggelam.

Kapolsek Batu Kajang Iptu M Fajar menjelaskan kronologis kejadian, dimana Deni yang bersama teman kelompoknya dari Akademi Komunikasi Negeri Paser (AKNP) berencana mengikuti acara bakti sosial lingkungan yang digelar masyarakat Kasungai

“Jadi korban (Deni, Red) bersama kelompoknya dari kampus, memang berencana untuk mengikuti acara bakti sosial lingkungan di Desa Kesungaian saat itu,” ujar Fajar, yang membenarkan insiden tersebut.

Namun saat diperjalanan, sekitar pukul 14.00 Wita mereka memutuskan untuk istirahat makan siang di tepi sungai. Lalu sembari beberapa temannya mendirikan tenda dan membuat makan siang. Deni dan teman lainnya memutuskan untuk berenang di sungai, namun karena terlalu larut menikmati sejuknya air sungai di siang hari.

Mereka tanpa sadar kalau Deni sudah tenggelam, alhasil setelah mereka menyadari Deni telah menghilang. Sontak mereka pun kalang kabut mencari Deni. Berselang beberap waktu kemudian, mereka berhasil menemukan Deni di dasar sungai dan langsung melarikannya ke klinik terdekat. Namun disayangkan nyawa Deni tak bisa tertolong.

“Saat Deni menghilang, sempat tak ada yang menyadari. Berselang beberap waktu mereka pun mulai panik dan berusaha mencari Deni,” tuturnha.

“Namun sayang. Saat Deni ditemukan, iya tak bisa ditolong lagi,” lanjutnya.

Lanjut Fajar mengatakan, atas insiden tersebut pihaknya masih melakukan penyelidikan. Namun bila melihat dari hasil visum korbam di Puskesmas Batu Kajang, tak ada terlihat tanda-tanda adanya kekerasan. Tetapi pihaknya akan tetap melakukan penyelidikan dan memeriksa beberapa saksi di TKP.

“Sementara ini kami masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan untuk korban sendiri, usai di visum langsung dibawa pihak keluarga untuk dimakamkan,” tutup Fajar. (rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.