Penemuan Jasad Bayi Kembali Hebohkan Paser

Rapal JKN

Bukannya Dapat Ikan, Malah Dapat Bayi

 

Tana Paser, helloborneo.com – Belum selesai kasus penemuan jasad bayi perempuan dalam tong sampah di awal Agustus lalu, kini warga di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur kembali heboh. Dengan ditemukannya sesosok jasad bayi laki-laki lengkap dengan plasenta yang masih menempel, dan sudah dalam kondisi mengapung di Tepian Sungai Talake. Longkali. Sabtu (19/9) lalu, sekitar pukul 02.00 Wita.

Salah satu saksi mata di tempat kejadian perkara (TKP) yang menemukan jasad bayi tersebut, Usat mengatakan, dimana ia yang awalnya ingin pergi memancing bersama temannya Idrus dan Juliadi, sekira pukul 01 30 Wita. Tiba-tiba mencium busuk di Perahu yang ingin mereka gunakan untuk memancing.

“Awalnya kami bertiga mau pergi mancing. Tapi saat mau naik perahu kami, langsung mencium bau yang sangat menyegat,” ujarnya.

Lantaran penasaran dengan bau yang menyengat tersebut, Usat, Idrus dan Juliadi langsung menunda keberangkatan mereka dan berinisiatif untuk mencari asal bau busuk tersebut.

Alhasil setelah memeriksa di sela-sela perahu yang mereka gunakan, sekitar pukul 02.00 Wita, mereka langsung kaget. Pasalnya bau busuk yang mereka cari, berasal dari jasad bayi laki-laki yang sudah terapung. Sontak mereka pun langsung berusaha mencari pertolongan dan melaporkan penemuan jasad bayi tanpa identitas tersebut ke Mapolsek Longkali.

“Kami cari-cari baunya. Pas kami periksa di sela perahu, kami langsung kaget luar biasa saat liat ada jasad bayi yang sudah bengkak dan terapung,” ungkap Usat.

Kasat Reskrim Polres Paser AKP Aldi Alfa Faroqi yang dikonfirmasi membenarkan, terkait penemuan jasad bayi laki-laki tersebut. Bahkan usai mendapatkan laporan dari Usat dkk, pihaknya bersama Polsek Longkali dan petugas Puskesmas langsung mendatangi TKP dan mengevakuasi jasad bayi tersebut ke Puskesmas.

Lanjut Aldi, sementara ini pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan akan tetap berupaya melakukan pencarian terhadap orang tua bayi yang menjadi korban yang diduga dibuang ke sungai sejak dua hari yang lalu. Dengan melakukan pemeriksaan di beberapa tempat bersalin.

“Kami akan memeriksa para saksi lali mendata para ibu hamil lewat data yg dimiliki bidan dan mencari informasi wanita yg hamil di luar nikah dan sdh melahirkan,” tutupnya. (rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.