Ribuan Warga Penajam Memilki NIK Ganda

Dika
Penajam, helloborneo.com – Sekitar 2.000 warga Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, memiliki NIK (nomor induk kependudukan) ganda.

“Kami akan menelusuri seluruh warga yang terindikasi memiliki NIK ganda, sesuai laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) setempat setelah melakukan pencocokan data kependudukan Kabupaten Penajam Paser Utara menemukan dua ribu NIK ganda,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Penajam Paser Utara, Suyanto ketika dihubungi di Penajam.

“NIK ganda itu tidak terlepas dari kesalahan pendataan yang dilakukan oleh Disdukcapil, untuk itu kami akan menelusuri letak kesalahan penerbitan NIK, kenapa bisa satu NIK digunakan lebih dari satu orang,” katanya.

Menurut Suyanto, ada beberapa kesalahan yang dilakukan oleh staf Disdukcapil ketika melakukan pendataan dan perekaman pada awal diberlakukannya KTP elektronik, dimana terkadang sidik jari dan iris mata warga bersangkutan, tidak terbaca, maka petugas perekaman tersebut.

“Terkadang petugas perekaman menggunakan sidik jari atau iris matanya ketika ada warga lanjut usia yang terkadang sidik jari dan iris mata warga itu tidak terbaca dialat perekam untuk mempercepat perekaman saat melakukan pelayanan di pedesaan,” ungkapnya.

“Para staf itu tidak tahu kalau mewakili orang lain dengan menggunakan sidik jari dan iris matanya, maka data kependudukannya juga pasti tidak terdeteksi, sehingga merugikan staf bersangkutan dan warga” jales Suyanto.

Disdukcapil Kabupaten Penajam Paser Utara, kata dia akan melakukan pemutakhiran data kependudukan, dengan melapor ke Kementerian Dalam Negeri untuk dilakukan penghapusan data. Karena diperkirakan 100 sampai 200 warga yang bermasalah, karena kesalahan staf tersebut.

Bagi warga yang memiliki NIK ganda, tambah Suyanto, salah satu dari warga tersebut diantaranya akan digugurkan dan digantikan dengan NIK yang baru dengan melakukan pendataan baru terhadap warga yang bersangkutan. (bp/*rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.