Kabut Asap di Penajam Semakin Terasa

Bagus Purwa

Penajam, helloborneo.com – Kabut asap di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, belum masuk kategori darurat, namun dampaknya telah dirasakan masyarakat terutama yang mengendarai kendaraan roda dua di jalan raya.

Kabut asap sudah menyelimuti hampir seluruh wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, dan saat ini kabut asapa terparah yang terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara berada di wilayah Petung hingga Girimukti.

“Aroma asap menyengat ketika pagi hari dan mata sering perih kalau di luar rumah, apalagi saat mengendarai kendaraan roda dua,” kata salah seorang warga Girimukti, Parlan, warga Desa Girimukti, Sabtu.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, lanjutnya, segera bertindak untuk mengatasi kabut asap yang terjadi di wilayah Penajam Paser Utara, sehingga kabut asap ini tidak sampai berdampak kepada masyarakat luas.

Sebagian warga Kabupaten Penajam Paser Utara merasakan dampak buruk dari kabut asap selama musim kemarau panjang ini, bahkan terdata banyak anak-anak yang terserang ISPA (infeksi saluran pernapasan akut).

Sebelumnya Kepala Seksi Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Penajam Paser Utara Eka Wardhana menyatakan, kabut asap menyelimuti wilayah Penajam Paser Utara, belum terlalu tebal dan kadarnya belum membahayakan.

“Kabut asap menyelimuti wilayah Penajam Paser Utara pada pagi hari. Walaupun belum terlalu tebal dan kadarnya belum membahayakan, tapi kami terus memantau perkembangan kabut asap tersebut,” katanya.

Namun Eka Wardhana mengaku, jumlah penderita ISPA di Kabupaten penajam Paser Utara mengalami peningkatan akibat kabut asap dari kebakaran lahan dan hutan, dimana selama periode Juni hingga Agustus 2015, tercatat sebanyak 3.705 warga setempat terkena ISPA.

Menurut ia, penderita infeksi saluran pernapasan akut tersebut didominasi anak-anak usia satu tahun yang tercatat mencapai 392 orang, anak usia 1-4 tahun sebanyak 1.038 orang dan 2.275 anak usai lima tahun ke atas.

Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara, tambah Eka Wardhana, juga sudah mengeluarkan surat edaran kepada 11 puskesmas agar mewaspadai serta menanggulangi dampak kabut asap akibat bencana kebakaran lahan dan hutan tersebut.

“Seluruh puskesmas yang tersebar di empat kecamatan diinstruksikan untuk melakukan penanganan penyakit yang ditimbulkan sebagai dampak kabut asap,” ujarnya. (bp/*rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.