“Hotspot” di Penajam Menurun

AH Ari B

Penajam, helloborneo.com – Titik panas atau “Hotspot” di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menurun menjadi dua titik panas yang sebelumnya terpantau lima titik panas pada awal Agustus 2015. Pelaksana tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara, Yahya, di Penajam, Senin, mengatakan pada awal Agustus 2015 terpantau lima api di daerah itu, kemudian turun menjadi dua “hotspot” pada September ini.

Walaupun terjadi penurunan jumlah “hotspot” yang terpantau Citra Satelit Aqua dari bulan sebelumnya, namun kabut asap akibat dari kebakaran hutan dan lahan lanjutnya, masih menyelimuti sejumlah wilayah Penajam Paser Utara.

“Penurunan jumlah titik panas itu kemungkinan karena banyak “hotspot” berskala kecil tidak terpantau Citra Satelit Aqua, jadi kabut asap masih menyelimuti beberapa wilayah di daerah ini,” kata Yahya.

Banyaknya lahan gambut di wilayah Penajam Paser Utara, menurutnya, cukup menyulitkan petugas di lapangan, apalagi kantong-kantong air yang ada di musim kemarau ini mulai kering sehingga harus membeli air dari masyarakat.

“Hingga September 2015, kami mencatat telah terjadi 40 kasus kebakaran yang terjadi di wilayah Penajam Paser Utara ,” ungkap Yahya.

Ia mengimbau, masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah jika tidak terlalu penting atau mendesak, untuk menghindari dampak kabut asap, dan jika bepergian dengan menggendarai motor harus memakai pelindung, seperti kaca mata dan masker.

“Kami mengimbau masyarakat gunakan alat pelindung pernapasan atau masker karena kabut asap kiriman dari selatan diprediksi akan tetap berlangsung hingga November mendatang,” kata Yahya. (bp/*log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.