Fraksi PDIP Bantah “Bermain” Tunjuk Pj Bupati Paser

Rapal JKN

Masyarakat Paser Tolak Juhar Effendi jadi PJ Bupati Paser. (Rapal JKN - Hello Borneo)

Masyarakat Paser Tolak Juhar Effendi jadi PJ Bupati Paser. (Rapal JKN – Hello Borneo)

Tana Paser, helloborneo.com – Keputusan dari Mendagri, Tjahjo Kumolo, yang merupakan Pengurus Partai PDIP menunjuk Jauhar Effendi sebagai Pj Bupati di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur menuai kontrofersi. Bahkan tanggapan miring masyarakat, adanya intervensi dari partai tersebut cukup besar pada penunjukan Jauhar Effendi juga dirasakan dan di bantah oleh Fraksi PDIP DPRD Paser.

Hal tersebut tentu saja memberikan dampak yang cukup negatif bagi anggota DPRD Paser dan fraksinya. Dimana masyarakat menuding adanya permainan politik dengan ditunjuknya Jauhar Effendi dan menolak Ibrahim.

Dalam penyampaian aspirasi dari tokoh masyarakat Long Kali dan Long Ikis yang menolak Jauhar Effendi sebagai Pj Bupati, munculnya hal it oleh salah satu tokoh yang menyatakan kalau naiknya Jauhar Effendi menjadi Pj, lantaran adanya intervensi dari PDIP.

“Jangan-jangan ada intervensi dari PDIP, dengan ditunjuknya Jauhar Effendi oleh Tjahjo Kumolo,” ujar salah satu tokoh yang namanya enggan disebutkan.

Hal yang disampaikan oleh tokoh tersebut langsung mendapatkan tangapan dari para anggota DPRD Paser dan Fraksi PDIP. Seperti M Saleh yang menyatakan, kalau ditunjuknya Jauhar Effendi pihaknya sama sakali tidak mengetahui. Bahkan saat mereka mendatangi Mendagri dari fraksi PDIP paling keras meminta, pelantikan Pj Bupati dilakukan sesegera mungkin.

“Fraksi PDIP DPRD Paser tidak ada sama sekali ikut campur tangan dengan di tunjuknya Jauhar Effendi, Bahkan saya siap di pecat bila memang dari kami dari Fraksi PDIP ada campur tangan dalam penujukan Pj Bupati,” tegasnya.

“Bahkan saat mendesak Mendagri waktu itu, kami dari Fraksi PDIP yang paling ngotot untuk dilakukan pelantikan secepatnya,” lanjutnya.

Sedangkan, Supayman, anggota Komisi I dari Fraksi PDIP juga menyatakan hal yang senada, bahkan dia mengatakan agar permasalahan dari Pj Bupati ini tidak melebar ke dalam partai dan membuat timbulnya fitnah. Pasalnya ia juga yang merupakan putra asli daerah malah lebih memilih Ibrahim dibanding Jauhar Effendi sebagai Pj Bupati Paser.

“Saya orang Paser, tapi saya tetap mendukung Ibrahim yang menjadi Pj. Oleh sebab itu saya mengharapkan jangan ada yang melebar-lebarkan persoalan ini hingga mengaitkannya dengan PDIP,” katanya. “Karena saya disini merupakan wakil rakyat untuk masyarakat Paser, jadi saya akan menyalurkan apa yang diingikan masyarakat Paser,” ungkapnya.

Ketua Komisi III DPRD Paser Budi Santoso yang juga merupakan anggota Fraksi PDIP menambahkan kalau mereka tak ada melakukan intervensi terkait Pj Bupati. “Kami tidak ada ikut campur tangan, maupun melakukan intervensi. Justru kami saat ini sedang memperjuangkan keinginan masyarakat Paser,” tutupnya. (jkn/rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.