Kemarau, Produksi Air Bersih PDAM Penajam Menurun

AH Ari B
Penajam, helloborneo.com – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, membuat produksi air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat semakin mengalami penurunan.

Direktur PDAM Kabupaten Penajam Paser Utara Misdianto di Penajam, Selasa, mengatakan sejak tidak turun hujan, air baku di “Water Treatment Plan (WTP) Lawe-Lawe, hingga September 2015 terus mengalami penurunan sehingga mempengaruhi produksi air bersih.

“Kemarau panjang mengakibatkan debit air sungai Lawe-lawe sebagai sumber air baku semakin menipis, saat ini volume air hanya mencapai 20 centimeter dari permukaan tanah jadi produksi air bersih semakin menurun,” jelasnya.

Penurunan debit air sungai Lawe-lawe, menurut Misdianto, mencapai 90 persen, dimana biasanya debit air sungai Lawe-lawe tersebut mencapai dua meter dari permukaan tanah, namun saat ini hanya 20 centimeter.

“Surutnya volume air di sungai Lawe-lawe itu mengakibatkan produksi air di WTP Lawe-lawe terus berkurang,” katanya. “Produksi air bersih di musim kemarau ini hanya mampu mencapai 30 liter per detik atau turun 50 persen dari biasanya,” ungkap Misdianto.

Dengan ketinggian volume air hanya tersisa 20 centimeter tersebut, kata dia, PDAM terpaksa merubah jadwal operasi dari biasanya, menjadi tiga jam beroperasi dan satu jam dimatikan sehingga pendistribusian air bersih ke pelanggan semakin berkurang.

“PDAM akan meminta bantuan perusahaan tambang di daerah hulu untuk mengatasi krisis air bersih akibat kemarau panjang itu,” ujarnya.

Ia berharap, dalam waktu dekat akan turun hujan karena kondisi air di sungai Lawe-lawe semakin kritis. Diprediksikan persediaan air di WTP Lawe-lawe hanya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat hingga satu bulan ke depan. (bp/*log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.