Masyarakat Paser Tolak Jauhar Effendi

Rapal JKN

Masyarakat Paser Tolak Juhar Effendi jadi PJ Bupati Paser. (Rapal JKN - Hello Borneo)

Masyarakat Paser Tolak Juhar Effendi jadi PJ Bupati Paser. (Rapal JKN – Hello Borneo)

Tana Paser, helloborneo.com – Aksi penolakan Jauhar Effendi sebagai Penanggungjawab (Pj) Bupati terus  bermunculan di Kabupaten Paser, dimana masyarakat hanya menginginkan putra daerah yang memegang jabatan tersebut. Hal ini  muncul ke permukaan semenjak Pemerintah Daerah (Pemda) Paser mengumumkan jabatan Pj Bupati Paser akan dipegang, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa Provinsi Kalimantan Timur, M Jauhar Effendi.

Setelah beberapa hari yang lalau DPRD Kabupaten Paser menerima kedatangan tokoh adat di Paser, Senin (28/9) kemarin DPRD Paser kembali diserbu para tokoh masyarakat Long Kali dan Long Ikis yang menolak Jauhar Effendi sebagai Pj Bupati. Bahkan mereka mengancam akan mengelar aksi yang besar-besaran, bila memang pemerintah provinsi tetap memaksakan Jauhar Effendi sebagai Pj Bupati di Paser.

“Kami mengingikan Pj Bupati yang memang benar-benar putra asli daerah di Paser. Pasalnya kami yakin mereka akan lebih memahami apa yang kami inginkan,” ujar Duwari salah satu tokoh yang hadir.

Tak hanya itu mereka juga menuding penujukan Pj Bupati kepada Jauhar Effendi merupakan kepentingan politik golongan atas. Pasalnya jauh-jauh hari dari ketiga nama yang akan menjadi Pj Bupati, Ibrahim lah yang merupakan salah satu kandidat dan juga putra asli daerah yang di kabarkan akan menjadi Pj Bupati.

“Ada apa ini sebenarnya, bahkan dari Gubernur sendiri menyatakan kalau yang nantinya menjadi Pj Bupati adalah orang yang memang memahami dunia pertanian dan tahu pasti Kabupaten Paser,” ungkapnya.

“Ini pasti ada permainan politik, yang membuat Pj Bupati tidak sesuai yang diinginkan masyarakat,” lanjutnya.

Sedangkan ketua Komisi III DPRD Paser Abdullah yang kembali menerima tokoh masyarakat tersebut menyatakan hal yang senada, dimana pihaknya tak memiliki wewenang untuk penunjukan atau mengajukan Pj Bupati. Namun memang dalam penujukan Pj Bupati menimbulkan polemik di masyarakat.

“Seandainya saja sejak 1 September lalu, pemerintah langsung menunjuk Jauhar Effendi sebagai Pj. Pasti tidak akan seperti ini akhirnya, yang menimbulkan penolakan dari masyarakat,” ujarnya Abdlulah.

Tak hanya itu pihaknya juga mengalami dilema dengan aksi penolakan yang dilakukan masyarakat terhadap Jauhar Effendi. Pasalnya di satu sisi pihaknya juga melakukan desakan untuk di tunjuk Pj Bupati segera lantaran pengesahan APBD Perubahan harus segera dilakukan.

Namun di satu sisi pihaknya juga sangat mendukung Ibrahim yang menjadi Pj Bupati di Paser, agar bisa mengobati keinginan masyarakat Paser yang ingin dipimpinan langsung putra asli daerah. “Ya… Disini kami mengalami kontradiksi pasalnya dulu kami yang mendesak Mendagri untuk segera ditetapkan Pj Bupati. Namun kami mendukung keinginan masyarakat agar Ibrahim bisa menjadi Pj Bupati,” ucapnya.

“Selain itu dari hasil pertemuan yang sebelumnya bersama Gubernur Kaltim, juga menyatakan kalau Ibrahim akan menjadi Pj Bupati Paser,” tandasnya.

Dan tak sampai disitu Abdullah juga menyatakan, kalau memang dalam penentuan Pj Bupati pihaknya tak mungkin ikut campur tangan. Namun menindak lanjuti aspirasi yang disampaikan masyarakat, pihaknya akan membuat berita acara yang di tanda tangani seluruh anggota DPRD Paser.

Selain itu masyarakat juga akan mengelar aksi hingga ke kantor Gubernur bila memang Jauhar Effendi tetap menjadi Pj Bupati Paser. (jkn/rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.