BPBD Penajam Kesulitan Air Tangani Kebakaran

AH Ari B

Penajam, helloborneo.com – Pelaksana tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Yahya mengatakan, kesulitan mendapatkan air untuk melakukan penanganan kebekaran sungai atau sumber air mulai mengering akibat kemarau panjang.

“Penanganan kebakaran mengalami kesulitan menangani kebakaran yang terjadi karena kantong-kantong air yang biasa dimanfaatkan sudah mulai kering,” kata Yahya di Penajam, Rabu.

“Sebulan terakhir ini tim tanggap darurat BPBD telah mengeluarkan anggaran berkisar Rp10 juta untuk membeli air yang dipergunakan memadamkan api,” ungkapnya.

Banyaknya ‘hotspot” atau titik api yang tersebar di empat kecamatan di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, lanjut Yahya, cukup menyulitkan tim tanggap darurat dalam menangani kebakaran, karena musim kemarau yang berkepanjangan mengakibatkan sungai atau sumber air yang biasa dimanfaatkan mulai mengering.

Tim tangap darurat menurutnya, harus mengeluarkan dana tambahan untuk membeli air di masyarakat. dan selama ini BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara tidak pernah menganggarkan pembelian air yang dipergunakan untuk menangani musibah kebakaran.

“Kami tidak anggarakan pembelian air untuk penanganan kebakaran, kami hanya anggarkan Rp12 juta untuk pembelian air minum di kantor,” kata Yahya.

Yahya mengatakan, BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, telah melakukan evaluasi terhadap kegiatan tim tanggap darurat kebakaran, termasuk anggaran yang telah digunakan, dan akan meminta dana operasional, termasuk pembelian air karena wilayah Penajam Paser Utara saat ini dalam status siaga Kebakaran.

Selain itu lokasi kebakaran yang cukup jauh dan menyulitkan dijangkau tim tanggap darurat kebakaran, termasuk mobil pemadam kebakaran tambahnya, juga membuat penanganan kebakaran lahan dan hutan di Kabupaten Penajam Paser Utara belum menunjukkan hasil yang siginifikan. (bp/*log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.