Budi : Penyekapan Calon Bupati Itu Hanya Black Campaign

Rapal JKN

 

Kantor Panwaslu Paser. (Rapal JKN - Hello Borneo)

Kantor Panwaslu Paser. (Rapal JKN – Hello Borneo)

Tana Paser, helloborneo.com –  Kasus penyekapan yang dilakukan warga Long Ikis, Selasa (6/10) lalu, terhadap calon bupati nomor urut 1, Bambang Susilo, kini kian memanas. Dimana dari tim sukses Bambang Susilo mengklaim kalau, penyekapan yang dilakukan warga merupakan black campaign (kampanye hitam. Red) yang dibesar-besarkan.

Ketua Timses Bambang Susilo, Budi Santoso yang dikonfirmasi helloborneo.com mengatakan, memang benar adanya kejadian itu. Tapi itu hanya sebatas black campaign, yang terlalu dibesar-besarkan saja. Dan dari data yang pihaknya himpun, kejadian itu terjadi dikarenakan ada miskomunikasi.

“Tidak ada itu penyekapan, memang benar ada kejadian tapi tidak berlebihan. Dan penyekapan yang menyebar di masyarakat hanya sebatas black campaign,” tegas Budi.

“Dan bila melihat kejadian itu, sebenarnya hanya mis komunikasi saja. Karena tidak mungkin ada yang berani melakukan penyekapan,” jelasnya.

Sedangkan di sisi yang berbeda, Kantor Panwaslu Kabupaten Paser di Jalan RA Kartini kemarin, sudah ramai dikunjungi warga. Dimana warga hadir untuk melaporkan dugaan kecurangan yang di lakukan Bambang Susilo, yang saat itu digerebek bersama dua anggotanya, yang salah satunya merupakan oknum PNS yang saat ini sedang dalam pemeriksaan dan satunya sopir pribadi Bambang.

Ketua Panwaslu Kabupaten Paser Zainal Abidin pada mengutarakan, saat ini pihaknya melakukan pemeriksaan dengan mamanggil semua pihak yang terkait. Termaksud pelapor, tuan rumah dan terlapor yakni Bambang Susilo.

“Kami melakukan pemanggilan terkait kasus dugaan kecurangan ini sendiri, dan hari ini (kemarin, Red) kami memeriksa pelapor dan tuan rumahnya, kemudian besok (hari ini, Red) kami akan melakukan pemeriksaan terhadap terlapor,” paparnya.

Lanjut Zainal, terkait keterangan dari Dedi selaku tuan rumah sendiri, memang awalnya tak mengetahui kalau sekitar pukul 03.00 Wita ia akan mendapatkan kujungan dari Bambang. Namun lantaran masih menganut sistem ketimuran Dedi tetap menerima kunjungan yang dilakukan Bambang, tetapi belum lama tiba-tiba warga langsung mengerebek mereka.

Sementara, secara terpisah Ketua RT 1 Long Ikis Heri saat ditemui membenarkan adanya peristiwa tangkap tangan atas dugaan pelanggaran kampanye yang terjadi di lingkungan yang menjadi tanggungjawabnya selaku ketua RT. Meski begitu, apa yang muncul kepermukaan sudah tidak sesuai dengan kejadian sesungguhnya.

“Sepertinya kami perlu menyampaikan klarifikasi, bahwa tidak benar jika ada calon bupati yang disekap warga. Yang benar, kami justru mengamankan seorang calon bupati dan seorang PNS dari hal-hal yang tidak diinginkan, menyusul timbulnya reaksi massa pada waktu itu,” bebernya.

Begitu pun isu terkait adanya perampasan mobil dan barang milik calon bupati seperti yang beredar  di masyarakat saat ini. Sebaliknya, selaku Ketua RT, dia mengaku berusaha mengamankan orang dan barang yang ada dari hal-hal yang tidak diinginkan dengan menyerahkan kepada petugas dari Polsek Long Ikis. (jkn/rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.