Abrasi di Penajam Semakin Parah

AH Ari B

 

abrasiPenajam, helloborneo.com – Abrasi yang terjadi di sepanjang wilayah pesisir Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, semakin parah. Dimana hingga Oktober 2015 abrasi sudah mencapai enam kilometer dengan lebar sekitar satu meter.

Kepala Bidang Kehutanan Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Penajam Paser Utara, Sugino, saat dihubungi di Penajam, Rabu, mengatakan, salah satu abrasi terjadi di pantai Tanjung Tengah, Kecamatan Babulu, dimana bibir pantai yang terkikis ombak mencapai sekitar dua kilometer.

“Berulang kali pemerintah daerah berupaya menanam mangrove” atau pohin bakau di bibir pantai, tapi upaya itu belum membuahkan hasil maksimal,” jelasnya.

Sugino mengatakan, untuk menekan tinnginya abrasi pantai di wilayah pesisir Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut, pemerintah daerah akan membangun bronjong atau pemecah ombak di sepanjang pantai yang dinilai rawan terkena abrasi.

“Bronjong atau pemecah ombak yang terbuat dari anyaman kawat baja berlapis seng berisikan batu-batu itu akan dibangun di pesisir pantai yang dianggap rawan sebagai penahan ombak,” katanya.

“Penanaman pohon bakau di sepanjang wilayah pesisir tidak maksimal untuk mengatasi abrasi, makanya untuk mengatasi abrasi itu kami akan bangun bronjong, terutama di pantai yang rawan abrasi,” ujar Sugino.

Selain itu Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, tambahnya, dalam mengatasi abrasi akan menggunakan cara sipil teknis dengan membangun bronjong yang direncanakan pembangunannya dimulai 2016, serta cara vegitasi dengan menanam mangrove” atau pohon bakau. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.