Dishutbun Penajam Temukan “Illegal Logging”

Dika

 

Truk 152 batang kayu balok jenis ulin beserta lima orang yang diduga lakukan pembalakan liar diserahkan ke Polres oleh Dishutbun Kabupaten Penajam Paser Utara (Bagus Purwa - Hello Borneo)

Truk 152 batang kayu balok jenis ulin beserta lima orang yang diduga lakukan pembalakan liar diserahkan ke Polres oleh Dishutbun Kabupaten Penajam Paser Utara (Bagus Purwa – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menemukan adanya dugaan perambahan kawasan hutan secara liar atau “illegal logging” di wilayah Kelurahan Sotek, Kecamatan Penajam.

“Kami yang tergabung dalam Tim Pencegahan dan Pemberantasan Pengerusakan Hutan selain mengamankan truk bermuatan 152 batang kayu balok jenis ulin di pinggir jalan tengah hutan yang diduga hasil pembalakan liar Senin (12/10) sekitar pukul 16.30 Wita,” ungkap Kepala Seksi Keamanan dan Perlindungan Hutan, Dishutbun Penajam Paser Utara, Manuju Manullang di Penajam, Selasa.

“Tim yang terdiri dari TNI dan Polres juga berhasil menangkap lima orang yang diduga melakukan pembalakan liar,” katanya.

Tim Pencegahan dan Pemberantasan Pengerusakan Hutan kata Manuju Manullang, juga menemukan tenda milik para pelaku perambahan kawasan hutan secara liar yang diperkirakan berjumlah sekitar 15 orang, namun yang berhasil diamankan lima orang sementara 10 orang lainnya berhasil melarikan diri.

“Dengan adanya tenda-tenda itu mereka melakukan pembalakan liar hampir tiap hari, dan di lokasi hutan itu kami temukan juga kayu hasil penebangan berserakan,” ujarnya.

Menurut Manuju Manullang, 152 batang kayu balok jenis ulin tersebut diserahkan ke Polres Penajam Paser Utara, untuk dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut karena ada pelaku yang diamankan sebanyak lima orang.

Selain menemukan dan mengamankan 152 batang kayu balok jenis ulin hasil “illegal logging” dan lima orang yang diduga melakukan pembalakan liar tambahnya, Dishutbun juga mengamankan sekitar 50 kubik kayu jenis ulin, namun tidak menemukan pemilik kayu tersebut.

“50 kubik kayu ulin itu diamankan di Kantor Dishutbun tidak kami serahkan ke Polres karena tidak ditemukan pemilik atau pelakunya. Kayu yang diamankan itu nantinya akan kami lelang,” kata Manuju Manullang. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.