Penderita ISPA di Penajam 6.663 Orang

Suherman

 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara, Arnold Wayong (Suherman - Hello Borneo)

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara, Arnold Wayong (Suherman – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Penderita ISPA (infeksi saluran pernapasan akut) di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada periode Juli hingga September 2015 mencapai 6.663 orang.

“Tercatat terjadi peningkatan jumlah warga yang terkena penyakit ISPA sekitar 638 orang sepanjang bulan Juli sampai September, “ ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara Arnold Wayong saat dihubungi di Penajam, Sabtu.

Penderita ISPA di Kabupaten Penajam Paser Utara, lanjutnya, terdata pada bulan Juli 1.819 penderita mengalami peningkatan 568 orang dibulan Agustus sehingga menjadi 2.387 penderita, kemudian terjadi lagi peningkatan sebanyak 70 penderita sehingga pada bulan September penderita ISPA mencapai 2.457 orang.

“Untuk bulan Oktober belum diketahui jumlah warga yang terkena ISPA karena laporan dari masing-masing puskesmas belum lengkap, November baru bisa diketahui apakah ada peningkatan atau penurunan penderita ISPA pada Oktiber 2015,” kata Arnold Wayong.

“Warga yang terserang ISPA itu mayoritas masih berusia balita dan anak-anak, yakni usia satu sampai delapan tahun,” ujarnya.

Peningkatan penderita ISPA di Kabupaten Penajam Paser Utara, menurut Arnold Wayong, akibat udara yang tidak sehat karena daerah itu diselimuti kabut asap. Namun, peningkatan tersebut tidak terlalu signifikan sehingga kawasan itu belum ditetapkan darurat ISPA.

“Bisa ditetapkan darurat ISPA, jika ada kenaikan dua kali lipat dari jumlah penderita sebelumnya, baik per pekan maupun per bulan atau ada insiden KLB (kejadian luar biasa, yakni ada kematian penderita ISPA,” jelasnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara, tambah Arnold Wayong, telah melakukan berbagai upaya, termasuk sosialisasi ke seluruh puskesmas agar mengimbau masyarakat meningkatkan prilaku hidup sehat.

“Seluruh puskesmas yang tersebar di empat kecamatan diinstruksikan untuk melakukan penanganan penyakit yang ditimbulkan sebagai dampak kabut asap, serta mengimbau masyarakat untuk mengenakan masker dan tidak terlalu banyak beraktivitas di luar rumah jika tidak ada hal yang penting,” ungkapnya. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.