Penajam Dapat Rp444 Juta Retribusi Menara Telekomunikasi

Suherman

 

Kepala Dishubbudpar Kabupaten Penajam Paser Utara, Andi Dahrul (Suherman - Hello Borneo)

Kepala Dishubbudpar Kabupaten Penajam Paser Utara, Andi Dahrul (Suherman – Hello Borneo)

Penajam helloborneo.com – Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, mendapat tambahan pendapatan asli daerah (PAD) Rp444 juta dari retribusi pengendalian menara telekomunikasi atau BTS (base transceiver station) hingga Oktober 2015.

“Kami berhasil memungut retribusi pengendalian menara telekomunikasi operator pemilik telepon seluler hingga saat ini mencapai Rp444 juta, jumlah itu melampaui dari tegret 2015 yang hanya Rp200 juta,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan, Kebudayaan, Pariwisata dan Komunikasi Informasi Kabupaten Penajam Paser Utara, Andi Dahrul saat dihubungi di Penajam, Senin.

Pendapatan retribusi dari 49 menara seluler yang berdiri di wilayah Penajam Paser Utara tersebut lanjutnya, meningkat dua kali lipat. Sedangkan pendapatan daerah dari retribusi menara telekomunikasi pada 2014 mencapai Rp312 juta, dari yang ditargetkan hanya Rp50 juta.

“Dari tahun ke tahun pendapatan dari retribusi pengendalian menara telekomunikasi itu terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan,” kata Andi Dahrul.

Dinas Perhubungan, Kebudayaan, Pariwisata dan Komunikasi Informasi Kabupaten Penajam Paser, menurutnya, terus berupaya meningkatkan PAD melalui retribusi BTS tersebut yakni, melakukan kerja sama dengan provider sebagai penyedia jaringan membangun menara seluler di lokasi yang telah ditentukan.

Penambahan menara seluler di wilayah Penajam Paser Utara tersebut kata Andi Dahrul, akan meningkatkan pendapatan daerah, sehingga PAD Kabupaten Penajam Paser Utara akan lebih meningkat di tahun mendatang.

Keberadaan menara telekomunikasi tambahnya, sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Sehingga masyarakat mudah mengakses kebutuhan Informasi yang dibutuhkan sesuai dengan Undang-Undang Keterbukaan Publik.

“Jadi selain mendapat keuntungan PAD dari keberadaan menara seluler itu, masyarakat juga mudah mengakses informasi,” jelas Andi Dahrul. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.