Pengalihan “Trase” Jalan Nasional PPU Tersandung Lahan

AH Ari B

 

DIKEBUT. Pengerjaan trase jalan depan kantor Bupati Penajam. (Subur - Humas Setkab PPU)

DIKEBUT. Pengerjaan trase jalan depan kantor Bupati Penajam. (Subur – Humas Setkab PPU)

Penajam, helloborneo.com – Upaya Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan timur, untuk bisa mengalihkan trase jalan atau sumbu jalan nasional depan Kantor Bupati, Km 9 Kelurahan Nipah-nipah, Kecamatan Penajam, tersandung lahan masyarakat yang masih belum berhasil dibebaskan.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Kimpraswil Kabupaten PPU, Edi Hasmoro mengatakan pemilik tanah masih belum menyetujui harga ganti rugi yang ditawarkan oleh pemerintah. Lahan yang masih bermasalah itu antara lain berada di samping Masjid Agung dan depan Kantor Kejaksaan Negeri Penajam.

“Pemerintah sudah menyiapkan dana pembebasan lahan. Tahun ini semua lahan yang bermasalah targetnya dapat terbayarkan,” kata Edi Hasmoro kepada helloborneo.com di Penajam, Rabu (18/11).

Proyek yang dimulai sejak 2011 ini juga sempat terkendala izin dari pemerintah pusat, dalam hal ini Kementrian PU. Sehingga harus dihentikan pengerjaannya selama kurang lebih empat tahun karena harus menunggu proses penghapusan aset nasional.

Mantan Kepala Bidang Kebersihan Di Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman PPU ini memaparkan progres pekerjaan pemindahan trase itu, kini sudah memasuki 19 persen. Tahun ini pihaknya menargetkan dapat menyelesaikan 23 persen dari total nilai kontrak senilai Rp37 miliar.

“Untuk tahap awal pengerjaan, kami memfokuskan pada perbaikan jalan yang rusak atau longsor agar tidak menggangu para pengguna jalan,” ungkap Edi.

“Pengalihan trase jalan nasional sepanjang 450 meter, mulai dari Km 9 hingga Km 10 ini, kami targetkan dapat selesai seratus persen di 2017 mendatang,” tutupnya. (rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.