Bupati Yusran Aspar Janji Bangun Rumah Adat Paser

Suherman

Bupati PPU, Yusran Aspar pada penutupan ritual adat Belian Besiamper. (Suherman - Hello Borneo)

Bupati PPU, Yusran Aspar pada penutupan ritual adat Belian Besiamper. (Suherman – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, Yusran Aspar  berjanji  akan membangun Kuta’ atau Rumah Adat Paser yang nantinya bisa digunakan sekaligus untuk ritual adat Belian Besiamper.

“Saya janji akan bangun rumah adat, dan desainnya tidak akan di sangka-sangka, pasti bagus. Yang terpenting adalah sabar menunggu, jangan terus-terusan mendesak-desak permintaannya, pembangunannya sudah saya pikirkan dan secepatnya akan dilakukan,” kata Yusran.

“Saya harap permintaan Kuta ini jangan terus di sorong–sorong, karena pasti saya dongkol, namun yakin saja ini pasti terwujud,” ucap dia.

Tambah Yusran, pembangunan Kuta’ nantinya pasti akan membuat masyarakat terkaget-kaget seperti kedatangan Presiden Jokowi di Pelabuhan Buluminung, kalau saya sudah berjanji, pastikan akan ada rumah adat, jangan di sangsikan itu,” jelas Yusran.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten PPU, Andi Dahrul menambahkan, keberadaan Kuta’, seharusnya layak dan pantas ada sebagai wadah ritual masyarakat adat, seperti ritual Belian Besiamper yang saat ini masih menggunakan tempat yang belum permanen.

Lanjut Dahrul, ritual Belian Besiamper yang di laksanakan setiap tahun, berhasil menyedot orang dari  berbagai daerah seperti Kutai Kartanegara dan Tanah Grogot. Selain itu pada rangkaian kegiatan Belian Besiamper  selama delapan hari tujuh malam ada perputaran uang Rp1.036.000.000 di PPU.

“Saya harap event  tahunan ini   mendapat dukungan Pemerintah Daerah, karena  berdampak positif bagi kemajuan pembangunan baik dari segi hiburan, edukasi budaya maupun pertumbuhan ekonomi masyarakat,” pungkas Dahrul. (adv/rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.