Polres Penajam Dalami Kasus Pencabulan Murid SD

Bagus Purwa

 

Penajam, helloborneo.com – Kepolisian Resor Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, terus mendalami penangkapan Sp (35), oknum guru sekolah dasar, tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap muridnya.

“Kami terus mendalami kasus pencabulan itu , karena Oknum guru SD yang sudah berstatus PNS tersebut mengaku melakukan tindak asusila terhadap muridnya lebih dari dua orang, dan menyebutkan sekitar lima nama,” jelas Kasat Reskrim Polres Penajam Paser Utara Ajun Komisaris Polisi Cheery Sinta Simamora saat dihubungi di Penajam, Senin.

“Dalam pemeriksaan Sp juga mengaku melakukan tindak asusila terhadap muridnya sejak murid bersangkutan duduk di kelas tiga dan sekarang sudah duduk di kelas enam,” katanya.

Berdasarkan pengakuan tersangka lanjut Cherry Sinta, Reskrim Polres Penajam Paser Utara, menyurati dua orang anak berinisial La dan Al beserta kedua orang tuanya yang diduga menjadi korban pencabulan yang dilakukan Sp, untuk diminta keterangan.

“Saya baru tanda tangani dua surat panggilan untuk dimintai keterangan, kepada La dan Al beserta kedua orang tuanya, kemungkinan pada Rabu (2/12) mereka akan datang ke Polres. Dan kami juga akan menanyakan perilaku tersangka selama di sekolah kepada kepala sekolah dan rekan-rekan guru lainnya,” jelasnya.

Menurut Cheery Sinta, hasil visum Cs (9) dan Cl (10) baru bisa diketahui sepekan ke depan, namun apapun hasil visum Cs (9) dan Cl (10) tetap masuk tindak pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.

Kasus dugaan pencabulan itu terungkap berdasarkan laporan keluarga korban ke Polsek Waru, kemudian dilimpahkan ke Polres Penajam Paser Utara.

Pihak keluarga korban merasa curiga terhadap perubahan perilaku Cs yang sejak Senin (23/11) tiba-tiba menjadi pendiam dan pemurung dan kerap meminta pindah sekolah. Setelah dibujuk, Cs akhirnya mengaku telah dicabuli gurunya.

Pencabulan itu dilakukan saat Sp meminta Cs yang sering mendapatkan nilai tinggi membantu mengoreksi hasil ujian teman-temannya.

“Kondisi ruang guru yang sepi dimanfaatkan Sp untuk melakukan tindak asusila terhadap keponakan saya (Cs),” kata tante korban.

Korban lainnya yakni Cl yang masih kerabat Cs, juga mengalami hal serupa. Bahkan, korban diancam agar tidak menceritakan perbuatan bejatnya itu.

Oknum guru SD yang sudah berstatus PNS tersebut dijemput petugas Polsek Waru, kemudian diserahkan ke Polres Penajam pada Kamis (26/11) sore. Polres Penajam Paser Utara, menetapkan Sp (35), sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap muridnya. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.