Kenapa Jembatan Penajam-Balikpapan Harus Terwujud

Subur Priono – Humas Setkab Penajam Paser Utara

 

Bupati PPU, Yusran Aspar jelaskan maket jembatan Penajam-Balikpapan kepada pengunjung pada kegiatan “groundbreaking” pembangunan rel kereta api  Kawasan Industeri Buluminung  (Subur Priono - Setkab PPU

Bupati PPU, Yusran Aspar jelaskan maket jembatan Penajam-Balikpapan kepada pengunjung pada kegiatan “groundbreaking” pembangunan rel kereta api Kawasan Industeri Buluminung (Subur Priono – Setkab PPU

Penajam, helloborneo.com – Jembatan tol penghubung melalui Nipah-nipah, Kabupaten Penajam Paser Utara dan Melawai, Kota Balikpapan harus terwujud, kata Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Yusran Aspar.

Pembangunan jembatan melalui titik Nipah-nipah, Penajam Paser Utara dan Melawai, Balikpapan menurut Yusran Aspar, sangat penting dan harus terwujud, karena jembatan tersebut merupakan faktor utama, bukan saja untuk kemajuan pembangunan bagi Kabupaten Penajam Paser Utara tetapi juga untuk kemajuan Kalimantan.

Dampak positif yang dapat diperoleh dengan adanya jembatan tol penghubung Penajam-Balikpapan tersebut lanjut Yusran Aspar, tentunya untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi, mempermudah masyarakat, hemat biaya dan sebagainya.

“Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara dalam mengejar pertumbuhan ekonomi melalui kontribusi jembatan itu antara 20 sampai 30 persen,” ungkap Yusran Aspar saar dihubungi di Penajam, Selasa.

“Jika investasi meningkat kesejahteraan masyarakat pasti akan meningkat, sehingga pelaksanaan pembangunan di daerah tidak terlalu berat,” jelasnya

Selain itu letak wilayah Penajam Paser Utara, lanjut Yusran Aspar, sangat strategis sebagai pusat pendidikan, perdagangan, barang jasa, wisata dan sebagainya. Dengan adanya jembatan tol tersebut Penajam Paser Utara nantinya bisa menjadi Kota “Mice” atau kota pertemuan terbaik di Indonesia.

“Jika terbangun telah terbangun jalan tol Melawai di Balikpapan yang terhubung dengan tol Nipah-nipah di Kabupaten Penajam Paser Utara, waktu perjalanan dari bandara ke Penajam Paser Utara hanya dalam hitungan menit,” jelasnya.

Untuk menjadi Kota “Mice” tersebut menurut Yusran Aspar, semua persyaratan juga hampir terpenuhi, seperti Penajam Paser Utara sudah memilki jalan lebar, fasilitas GOR, Stadion. Selanjutnya membangun fasilitas penunjang di sekitar pantai Nipah-nipah.

Selain itu Kabupaten Penajam Paser Utara, tambah Yusran Aspar, juga merupakan jalan lingkar bagi Balikpapan. Jalan tol nantinya akan menghubungkan Manggar dan Kariangau, Balikpapan tembus jembatan pulau balang kemudian kembali ke Penajam Paser Utara, selain menghubungkan jalan tol Balikpapan-Samarinda.

“Jembatan penghubung itu nantinya juga akan mendukung percepatan pembangunan lainnya, seperti pembangunan Pusat kajian Kelautan atau “Techno Park” di Kawasan Industri Buluminung, Kawasan Industri Kariangau dan sebagainya. Ke depan Penajam Paser Utara merupakan “Out Lett” bagi daerah di Kalimantan Timur,” ungkapnya.

“Alasan itulah pembangunan jembatan tol penghubung Penajam-Balikpapan menjadi prioritas dan harus terbangun,” tegas Yusran Aspar.

Yusran Aspar memastikan rencana pembangunan jembatan tol penghubung Penajam-Balikpapan terus berjalan sesuai dengan rencana. Sejumlah tahapan telah selesaikan, diantaranya telah keluar persetujuan dari Kementerian Pekerjaan Umum terkait “clearance” atau tinggi ruang bebas jembatan dari permukaan air laut tertinggi. (adv/bp/rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.